
PeluangNews, Jakarta-Baru berjalan beberapa bulan, Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia (IMII) langsung tancap gas.
Organisasi yang mewadahi perempuan Muslimah dari berbagai daerah ini tak hanya menggelar rangkaian kegiatan Ramadan di bulan lalu, tetapi juga mulai membangun program besar penguatan ekonomi perempuan melalui inkubator UMKM hingga rencana ekspor produk anggota.
Ketua Umum IMII Novita Eka Sari mengatakan, kegiatan halal bihalal yang digelar hari ini menjadi penutup dari rangkaian program Ramadan yang telah dilakukan selama satu bulan terakhir.

“Kegiatan hari ini adalah halal bihalal sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadan Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia. Selama Ramadan kami menggelar berbagai kegiatan, mulai dari donasi, kajian, hingga pembagian ratusan paket takjil ke berbagai lokasi,” ujar Novita, saat berbincang dengan PeluangNews, di acara halal bihalal DPP IMII, di Jakarta, Jumat (3/4/2025).
Ia menambahkan, meskipun organisasi ini baru berjalan, pertumbuhan anggota IMII terbilang cukup pesat dengan jaringan yang mulai terbentuk di berbagai daerah.
“Walaupun baru berjalan tiga sampai empat bulan, alhamdulillah anggota kami sudah cukup banyak dan terus berkembang. Setelah ini kami juga akan melakukan pelantikan pengurus di beberapa daerah seperti Bekasi, Jawa Barat, dan Yogyakarta,” katanya.
Novita menjelaskan, Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia merupakan wadah bagi perempuan Muslimah dari berbagai latar belakang yang bersifat independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik maupun kelompok tertentu.
“IMII adalah wadah perempuan Muslimah dari berbagai latar belakang. Kami tidak berafiliasi dengan partai politik dan tidak membawa kepentingan kelompok tertentu. Kami ingin menjadi ruang bersama untuk berbagi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.
IMII sendiri memiliki tiga pilar utama, yakni dakwah, penguatan mental dan spiritual perempuan, serta penguatan ekonomi.
“Pilar pertama adalah dakwah, kedua penguatan mental spiritual dan kesehatan perempuan termasuk literasi hukum, dan ketiga adalah penguatan ekonomi perempuan,” ujarnya.

Dalam pilar penguatan ekonomi, IMII mulai mendorong pengembangan UMKM anggota melalui program inkubator bisnis berbasis kolaborasi dengan perguruan tinggi.
“Kami akan membuat inkubator UMKM dengan melibatkan akademisi seperti dekan, profesor, dan praktisi. Kami juga akan bekerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia untuk mengkurasi produk UMKM anggota agar siap jual bahkan siap ekspor,” kata Novita.
Selain itu, IMII juga berencana membangun marketplace nasional untuk memasarkan produk anggota yang telah melalui proses kurasi, termasuk membantu pengurusan izin dan pelatihan usaha.
“Kami ingin perempuan Muslimah tidak hanya berperan di rumah tangga, tetapi juga mampu menghasilkan secara ekonomi. Pelatihan yang kami lakukan bukan hanya teori, tetapi langsung menghasilkan produk yang bisa dijual,” tambahnya.
IMII juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan, seperti Kementerian Agama, Kementerian UMKM, dan Kementerian Perdagangan, guna memperkuat program pengembangan ekonomi perempuan.
Untuk memperkuat organisasi, IMII turut menghadirkan Dewan Kehormatan dari berbagai bidang, di antaranya Bunda Dewi Motik di bidang organisasi, Profesor Syafiyah Nurbani dari kalangan akademisi, serta Ustazah Mariani di bidang dakwah.
“Para Dewan Kehormatan ini akan memperkuat tiga pilar utama IMII. Kami optimistis organisasi ini bisa berkembang dan menginspirasi perempuan Indonesia,” pungkas Novita.








