hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

IMF Ingatkan Konflik Rusia-Ukraina Berdampak Bencana Ekonomi Global

JAKARTA—Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa konflik Rusia-Ukraina berimbas pada perekonomian global, lebih-lebih kalau eskalasi terus meningkat.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Gergieva mengatakan, dampak ekonomi di antaranya energi dan komoditas, termasuk gandum dan biji-bijian telah melonjak.

“Beban inflasi bertambah dan rantai pasok terganggu,” ujar Kristalina dalam pernyataan resmi IMF pada Sabtu (5/3/22). 

Lanjut dia denan harga-harga yang melonjak, dampaknya bakal dirasakan betul oleh rumah tangga miskin yang sebagian besar penghasilannya hanya untuk belanja makanan dan bahan bakar. 

Sanksi terhadap Rusia juga akan berdampak besar pada ekonomi global dan pasar keuangan, dengan limpahan yang signifikan ke negara lain. 

IMF meminta otoritas moneter di setiap negara terus memantau kenaikan harga-harga di level internasional terhadap inflasi domestik. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan respons yang tepat. 

Menurut  Kristalina pemerintah setiap negara membutuhkan kebijakan fiskal untuk mendukung rumah tangga yang paling rentan guna membantu mengimbangi kenaikan biaya hidup. Krisis ini akan mempersulit pemulihan ekonomi dunia dari dampak pandemi Covid-19. 

Negara-negara Barat telah menjatuhkan sanksi ekonomi berlapis terhadap Rusia. Salah satu yang cukup memukul adalah dikeluarkannya Rusia dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication atau SWIFT. SWIFT merupakan jaringan keamanan tinggi yang menghubungkan ribuan lembaga keuangan di seluruh dunia

SWIFT memungkinkan bank untuk memindahkan uang dengan cepat dan aman, mendukung triliunan dolar dalam arus perdagangan serta investasi. Dikeluarkannya Rusia dari SWIFT dianggap sebagai hukuman ekonomi terberat. Karena dengan sanksi itu, Rusia menjadi lebih terisolasi secara ekonomi dibandingkan sebelumnya. 

Menurut IMF, serangan Rusia menyebabkan lebih dari satu juta warga Ukraina mengungsi ke negara-negara tetangga. IMF mengungkapkan, pihaknya bakal membahas proposal Ukraina tentang permintaan dana darurat  USD1,4 miliar ke dewan. Permintaan itu diharapkan dapat disetujui awal pekan depan.

Harga komoditas energi, seperti minyak mentah terus meningkat akibat perang Rusia-Ukraina. Minyak mentah berjangka jenis brent untuk pengiriman Mei 2022 melambung sebanyak USD7,65  atau 6,9 persen menjadi 118,11 dolar AS per barel pada perdagangan akhir pekan lalu.

Adapun minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April 2022 naik 8,01 dolar AS atau 7,4 persen menjadi  USD115,68  per barel. Minyak mentah berjangka telah melonjak lebih dari 20 persen sejak Amerika Serikat dan sekutunya menjatuhkan sanksi kepada Rusia menyusul invasi ke Ukraina.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate