hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

IHSG Melemah ke 8.274, Saham Teknologi Tekan Bursa di Tengah Pelemahan Rupiah dan Sentimen BI

IHSG Melemah ke 8.274, Saham Teknologi Tekan Bursa di Tengah Pelemahan Rupiah dan Sentimen BI
IHSG Melemah ke 8.274, Saham Teknologi Tekan Bursa di Tengah Pelemahan Rupiah dan Sentimen BI/dok.ist

PeluangNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia ditutup melemah pada perdagangan Kamis (19/2/2026), dipicu tekanan saham sektor teknologi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

IHSG turun 36,15 poin atau 0,44 persen ke level 8.274,08. Sementara indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan terkoreksi 4,524 poin atau 0,51 persen ke posisi 834,28.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyatakan pelemahan IHSG terjadi di tengah berlanjutnya tekanan terhadap rupiah.

“IHSG ditutup melemah di tengah pelemahan rupiah yang berlanjut,” ujarnya dalam riset harian di Jakarta.

BI Pertahankan Suku Bunga 4,75 Persen, Pasar Cermati Risiko Fiskal

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi dalam target 1,5–3,5 persen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun demikian, pasar saham masih dibayangi kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Indonesia. Investor juga mencermati potensi penurunan peringkat ekuitas dan peringkat kredit Indonesia oleh MSCI dan Moody’s.

Data ekonomi terbaru menunjukkan inflasi Januari 2026 mencapai 3,55 persen (yoy), tertinggi sejak Mei 2023. Sementara pertumbuhan kredit tercatat 9,96 persen (yoy), mencerminkan likuiditas yang masih ekspansif.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data current account kuartal IV-2025 yang diperkirakan mencatat surplus 2,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 4,0 miliar dolar AS.

Sentimen Kesepakatan Dagang Indonesia–AS Tekan Pasar

Dari sentimen global, Indonesia dan Amerika Serikat dijadwalkan menandatangani kesepakatan dagang berdasarkan kerangka negosiasi sebelumnya. Dalam skema tersebut, ekspor Indonesia ke AS dikenakan tarif 19 persen, sementara produk AS yang masuk ke Indonesia dibebaskan dari tarif.

Kesepakatan ini juga mencakup:

  • Pelonggaran syarat TKDN untuk produk AS
  • Relaksasi impor produk pertanian AS
  • Komitmen sektor digital dan data pribadi
  • Penghapusan larangan ekspor komoditas strategis termasuk mineral penting
  • Peningkatan impor Indonesia dari AS

Sentimen tersebut dinilai turut memengaruhi pergerakan IHSG hari ini.

Sektor Teknologi Turun Terdalam, Barang Baku Menguat

Secara sektoral, berdasarkan IDX-IC:

Sektor menguat:

  • Barang baku naik 3,02 persen
  • Transportasi & logistik naik 1,93 persen
  • Energi naik 0,94 persen

Sektor melemah:

  • Teknologi turun 1,11 persen
  • Keuangan turun 1,07 persen
  • Properti turun 0,57 persen

IHSG sempat dibuka menguat, namun berbalik ke zona merah hingga akhir sesi pertama dan bertahan melemah sampai penutupan perdagangan.

Frekuensi perdagangan saham mencapai 3.334.496 kali transaksi dengan volume 53,30 miliar lembar saham senilai Rp26,24 triliun. Sebanyak 326 saham menguat, 366 saham melemah, dan 127 saham stagnan.

Bursa Asia Variatif, Nikkei dan Strait Times Menguat

Di kawasan regional Asia:

  • Indeks Nikkei naik 0,57 persen ke 57.467,80
  • Indeks Strait Times menguat 1,28 persen ke 5.001,56

Sementara indeks Shanghai dan Hang Seng masih libur memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. (Aji)

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate