hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

IHSG Ditutup Merosot 0,65%

PeluangNews, Jakarta – Pasar saham kembali terkoreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada hari ini (Selasa, 18/11) turun 0,65% ke posisi 8.361,93.

Sebelumnya, IHSG sempat ditutup di atas 8.400, di tengah Rupiah yang masih berada dalam tekanan. IHSG pada perdagangan di awal pekan (17/11) ditutup pada rekor tertinggi 8.417.

Pada sesi perdagangan pagi, IHSG dibuka pada level 8.427, kemudian terjun bebas ke posisi 8.356 pada pukul 10.00 sebelum sempat kembali naik tipis.

Menurut Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto, salah satu faktor penting yang mendorong kinerja IHSG adalah investor asing yang terus mencatatkan net inflow di pasar saham.

Pada awal pekan ini, investor asing melakukan net buy sebesar IDR667miliar di pasar reguler, terutama terhadap saham-saham blue chip yaitu BBCA (IDR374miliar), BMRI (IDR360miliar), dan TLKM (IDR101miliar). Sepanjang bulan November, asing telah mencatatkan net inflow IDR5,2triliun MTD.

“Perkembangan net inflow di pasar saham ini juga dialami oleh negara-negara berkembangan lainnya di Asia, seperti India, Malaysia, dan Filipina. Namun demikian dalam jangka pendek menurut kami yang harus diwaspadai adalah potensi profit taking dan pelemahan Rupiah,” ujarnya.

Sepanjang bulan November, Rupiah menjadi salah satu mata uang yang mengalami depresiasi terdalam dibanding mata uang lainnya di dunia, yaitu sebesar 0,6%MTD, setelah Won Korea Selatan yang mengalami depresiasi 2,2% MTD.

“Oleh karena itu kami memperkirakan BI akan menahan suku bunga pada RDG bulan ini yang akan diselenggarakan mulai hari ini sampai besok.”

Hari ini, penurunan indeks juga dialami pada sejumlah pasar bursa di tingkat regional, seperti Dow Jones yang terkoreksi 1,18%, S&P 500 turun 0,92%, hingga NYSE yang juga  mengalami penurunan sebesar 1,20%.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate