hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

IHSG Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031, Ikuti Reli Bursa Asia

IHSG Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031, Ikuti Reli Bursa Asia
IHSG Ditutup Menguat 1,22% ke Level 8.031, Ikuti Reli Bursa Asia/dok.peluangnews

PeluangNews, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Senin sore (9/2/2026) dengan penguatan signifikan, seiring sentimen positif dari kenaikan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

IHSG berakhir naik 96,61 poin atau 1,22 persen ke posisi 8.031,87. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga menguat 5,36 poin atau 0,66 persen ke level 820,94.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan, IHSG sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif penurunan outlook peringkat sejumlah emiten. Namun, indeks berhasil berbalik arah dan menguat hingga penutupan.

“Setelah dibuka negatif, IHSG mampu rebound. Salah satu pendorong utamanya adalah penguatan indeks saham di kawasan Asia,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, kenaikan harga komoditas global seperti emas, perak, dan tembaga turut menjadi sentimen positif bagi pasar saham domestik.

Sentimen Domestik dan Global

Dari dalam negeri, pasar merespons positif kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia yang mencapai 127,0 pada Januari 2026, meningkat dari 123,5 pada Desember 2025. Level ini menjadi yang tertinggi sejak Januari 2025, didorong oleh penguatan hampir seluruh subindeks utama.

Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati rilis data penjualan ritel (retail sales) Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen, dari sebelumnya 6,3 persen pada November 2025.

Baca Juga: Purbaya Optimistis IHSG Terus Bergerak Naik

Selain itu, BEI dijadwalkan menggelar pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu (11/2), sebagai kelanjutan dari pertemuan pada 2 dan 5 Februari 2025.

Dalam agenda tersebut, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan sejumlah inisiatif terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia, yang ditargetkan rampung pada April 2026.

Pergerakan Sektoral dan Saham

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG konsisten bergerak di zona hijau hingga penutupan sesi pertama dan kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak sembilan sektor mencatatkan penguatan. Sektor barang baku memimpin dengan kenaikan 4,36 persen, disusul sektor energi naik 2,96 persen, serta sektor barang konsumen non-primer yang menguat 2,00 persen.

Sementara itu, dua sektor mengalami koreksi, yakni sektor keuangan turun 0,73 persen dan sektor kesehatan melemah 0,13 persen.

Adapun saham dengan kenaikan tertinggi antara lain YELO, BUVA, CHEM, SOCI, dan EMAS. Sedangkan saham yang mencatat penurunan terdalam yaitu REAL, KJEN, SOTS, KOCI, dan FITT.

Aktivitas Perdagangan

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.273.046 transaksi, dengan volume mencapai 40,69 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp17,86 triliun. Sebanyak 433 saham menguat, 252 saham melemah, dan 136 saham stagnan.

Bursa Asia Menguat

Penguatan IHSG sejalan dengan kinerja positif bursa saham Asia. Indeks Nikkei Jepang melonjak 2.110,20 poin atau 3,89 persen ke level 56.363,90. Indeks Shanghai naik 1,41 persen, Hang Seng menguat 1,76 persen ke 27.027,16, sementara Straits Times bertambah 0,42 persen ke posisi 4.954,91. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate