hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Ifa Syarifah, Lewat Arafatea Teh Premium Tingkatkan Kesejahteraan Petani

BANDUNG—Ifa Syarifah (54 tahun) tersentuh hatinya melihat petani pemetik daun teh hidupnya miskin. Padahal Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia dan sekitar 70 persen lahan perkebunan teh berada di wilayah Jawa Barat.

Alumni Universitas Islam Negeri Bandung ini menginginkan agar petani pemetik teh bisa mendapatkan penghasilan setidaknya Rp100 ribu per hari.   Caranya dengan membuat produk teh yang berkualitas dengan varian produk dari hulu ke hilir, hingga bukan hanya jualan teh basah saja.

Tekadnya sudah bulat. Pada 2009, Ifa mendirikan brand Arafatea dengan produk utamanya teh putih yang merupakan teh premium dan teh hijau. Kemudian kedua jenis teh ini dijual dalam kemasan kaleng 30 gram dengan harga Rp150 ribu per kaleng untuk teh putih dan Rp100 ribu per kaleng untuk teh hijau.

“Saya juga membuat  powder matcha. Ketika kami punya matcha ini akhirnya kami buat olahan green tea seperti cokelat, rice cracker  aneka varian produk dengan teh bubuk untuk dibuat aneka camilan hingga produk kosmetik, seperti sabun dan masker,” ujar Ifa ketika dihubungi Peluang, Senin (25/10/21).

Saat ini produk Arafatea sudah mendapakan pembeli dari sejumlah negara seperti Korea, Jepang, Singapura, Malaysia dan Qatar.  Dia juga memperluas usahanya dnegan merangkul petani rempah, seperti jahe dan petani buah lemon di Pengalengan dan Nanas di Subang untuk membuat produk teh rempah dan teh rasa buah.

Hasilnya petani yang jadi binaan mendapatkan uang yang layak per hari, setidaknya Rp100 ribu. Bahkan bukan hanya petani di kawasan Ciwidey, tempat lahan teh awalnya tetapi lebih luas. Arafatea berkantor di kawasan Cigadung, kota Bandung, tempat kediamannya saat ini.

Sebelum pandemi, Arafatea mampu meraup omzet sekitar Rp300 juta per bulan. Namun pandemi berdampak juga karena kafe tempat pasarnya juga banyak tutup hingga omzetnya sempat merosot 50 persen, namun Ifa tetap jalan terus.

“Ke depan saya akan mengembangkan pemasaran dan menambah varian produk dan meningkatkan edukasi pada petani. Saat ini saya sudah punya lima titik untuk pembuatan teh putih di kawasan Priangan,”  imbuh Ifa.

Menurut dia, edukasi bisa mengubah mindset anak muda agar tertarik mengembangkan teh Indonesia. 

“Saya berharap ke depan muncul petani-petani selalu inovasi dan anak muda juga mau mengembangkan teh agar bisa menjadi entrepreneur. Selain menjual basah ke pabrik besar tapi mereka juga punya teh premium dijual dengan brand sendiri,” pungkasnya (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate