dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

IDF 2018, Cari Solusi Ketimpangan Antarwilayah

KETIMPANGAN antarwilayah masih merupakan pe-er yang butuh perhatian. Indikasi tersebut setidaknya tecermin dari pertumbuhan ekonomi yang selama dua dekade terakhir masih terkonsentrasi di kawasan bagian barat Indonesia (KBI). Strategi pembangunan Indonesia dari Timur (Nawa Cita versi Joko Widodo) mencakup investasi besar di bidang infrastruktur untuk memperbaiki transportasi dan konektivitas, mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan di luar pulau Jawa.

“Sekitar 80 persen kontribusi wilayah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari Kawasan Barat Indonesia, khususnya pulau Jawa dan Sumatera. Sementara itu, Kawasan Timur Indonesia masih belum berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro.

Sebagai upaya kongkret mengatasi disparitas regional tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mengundang masyarakat luas, baik mahasiswa, peneliti, akademisi, pakar pembangunan, pengambil kebijakan, sektor swasta, maupun masyarakat sipil untuk ikut serta dalam ajang “Call for Papers untuk Indonesia Development Forum (IDF) 2018”. Call for papers diharapkan berisi masukan solusi dan inovasi pembangunan untuk mengatasi berbagai permasalahan ketimpangan wilayah.

Secara lebih rinci, pengajuan makalah call for papers, dibuka 22 Maret 2018 dan ditutup 19 Mei 2018 (23:59 WIB). Pemberitahuan hasil seleksi tanggal 6 Juni 2018, dan pengajuan makalah lengkap dilaksanakan pada 22 Juni 2018. Makalah yang terpilih akan dipresentasikan pada Forum IDF 2018 tanggal 10-11 Juli 2018 serta dipublikasikan dalam jurnal yang terdaftar di ISBN/ISSN.

Semua makalah yang dipresentasikan di IDF 2018 juga akan dipublikasikan dalam Jurnal Perencanaan Pembangunan Indonesia. Diyakini, banyak sekali gagasan inovatif dan membangun untuk mengatasi masalah disparitas di Indonesia. Maka dari itu, para ahli, akademisi dan masyarakat sipil diundang untuk memberikan gagasan dan terobosan baru yang nantinya dapat menjadi masukan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

IDF 2018 merupakan upaya bersama yang digagas Kementerian PPN/Bappenas dan didukung oleh Pemerintah Australia melalui Knowledge Sector Initiative (KSI) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kesinambungan kebijakan pembangunan yang berbasiskan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan fakta, untuk mengurangi disparitas regional. IDF 2018 yang akan dilaksanakan pada 10-11 Juli 2018 akan dihadiri para pimpinan lembaga pemerintahan, masyarakat sipil, akademisi, dan sektor swasta.

Selain menampilkan paparan dari para ahli dan akademisi, IDF 2018 juga membuka peluang bagi pemangku kepentingan untuk menonjolkan cerita sukses di tingkat lokal yang dapat diadopsi di skala nasional. “Kami ingin mencari terobosan baru dari para ahli dan akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri, mengenai kemiskinan dan disparitas yang telah diuji di komunitas, sehingga menjadi pembelajaran dan insipirasi bagi daerah lain,” ujar Menteri Bambang.

Dengan tema utama “Pathways to Tackle Regional Disparities Accross the Archipelago”, partisipan Call for Papers IDF 2018 mempunyai 7 subtema yang akan menjadi topik kunci forum serta ide makalah yang diajukan. Di antaranya, Pengembangan Pusat Pertumbuhan: Tantangan & Praktik Baik; Upaya Mengurangi Kesenjangan Daerah Tertinggal dan Perbatasan; Penguatan Konektivitas Indonesia sebagai Negara Kepulauan.●