hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Ibu Rumah Tangga Ini Jadi Produsen Keripik Sukun Generasi Kedua di Kepulauan Seribu

JAKARTA—Sejak beberapa tahun lalu Pemeirntah Provinsi DKI Jakarta melakukan program penanaman 1.000 pohon sukun di 10 pulau wilayah Kepulauan Seribu. Selain penghijauan, harapannya pohon sukun yang ditanam nantinya dapat menjadi panganan khas wilayah terluar ibu kota tersebut.

Salah satu targetnya ialah warga menjadikan sukun menjadi olahan berupa keripik yang kian diminati.  Bahkan telah menjadi salah satu oleh-oleh khas Kepulauan Seribu. Para pelaku usaha juga sudah mendapatkan bimbingan pelatihan dan izin usaha dari Sudin Perindustrian dan Energi Kepulauan Seribu melalui Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) Provinsi DKI Jakarta.

Indayanti, 57 tahun adalah salah seorang di antara warga yang tertarik mengolah sukun ini. Bahkan menurut ibu rumah tangga yang bermukim di Pulau Untung Jawa ini, keluarganya sudah lama membuat keripik sukun.

“Saya mengelola keripik sukun sejak 2010, sebelumnya  dikelola oleh almarhum nenek saya, Hj. Kurdi. Dulu di pulau Untung Jawa banyak pohon sukun. Sayangnya  belum ada yang bisa olah. Nenek saya orang pertama yang membuat keripik sukun. Seiring berjalan waktu mulai banyak yang ikut produksi,” ungkap ibu dari 3 anak dan nenek satu cucu ini kepada Peluang melalui Whatsapp, Selasa (30/11/21).

Inda menjual produknya dengan harga per pcs (100gr) Rp12.000.  Keripiknya memiliki 5 varian rasa original, balado, jagung bakar, keju, BBQ, selain rasa original. 

“Produksi hanya saat ada pesenan dengan  3 karyawan tetap. Untuk buah sukun 2x musim dalam 1 tahun, 1 x musim biasanya kira-kira kami bisa produksi paling banyak sampai 1.000 lebih pcs. Omzet rata-rata  1x musim itu  Rp12 juta (sebelum pandemi),” imbuh Inda.

Seperti banyak usaha lain, Indayanti terdampak pandemi. Kerja sama Market City di Pantai Indah Kapuk terhenti, karena  tidak bisa kirim barang karena di sana pun sedang sepi.

Inda mengaku mendapatkan pesanan dari luar daerah seperti Bandung, Bangka belitung, Bengkulu, Medan, Madiun, Yogyakarta, biasanya  dikirim melalui JNE.

“Saya bergabung di Jakpreneur pada  2019. Manfaatnya saya bisa ikut pelatihan tentang pemasaran, packaging dan sebagainya. Dan juga terkadang bisa dapat bantuan modal,” kata Inda, seraya mengatakan ke depan memperluas pemasaran lewat marketplace (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate