dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

HUT Koperasi ke 71, Pemkot Bandung Gelar Gerak Jalan

Suasana gerak jalan HUT Koperasi ke 71 di Kota Bandung-Foto: Istimewa.

BANDUNG—Perayaan Gerakan Hari Koperasi Indonesia ke 71 di Kota Bandung dimeriahkan dengan kegiatan gerak jalan. Kegiatan gerak jalan diikuti sekitar enam ribu orang berasal dari beberapa unsur kewilayahan di Kota Bandung, para pelajar, anggota koperasi, serta masyarakat Kota Bandung.

Dalam sambutannya Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan koperasi dapat memberi kontribusi positif untuk bidang perekonomian. Hadirnya koperasi, tingkat kesejahteraan masyarakat akan lebih baik dengan mengembangkan koperasi disetiap lingkungan.

“Saya yakin bahwa koperasi di Bandung merupakan koperasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Ini menjadi bukti bahwa insan koperasi di Kota Bandung betul-betul siap untuk memberikan kontribusi perekonomian,” katanya di halaman Kantor Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kota Bandung jalan Buah Batu No. 26 Bandung, Minggu (29/07/2018)

Menurut Oded koperasi mampu berperan aktif dan menjalankan kinerja sehingga masyarakat lebih paham. Di samping itu, koperasi bisa menjadi rantai perekonomian untuk kesejahteraan.

“Mudah-mudahan koperasi di Kota Bandung bisa lebih maju dan menjadi koperasi juara di Indonesia,” ucap Oded.

Kegiatan yang bertemakan ‘Melalui Gerakan Koperasi Kita Wujudkan Ekonomi Kerakyatan yang Berdaulat dan Berkeadilan’ menurut Oded, koperasi masa kini perlu sinergitas agar perkonomian menjadi maju.

“Hal yang utama kita bisa bangun kebersamaan, maka dengan itu akan lebih maju,” tuturnya.ad

Berdasarkan data dari http://diskopumkm.bandung.go.i  jumlah koperasi yang terdaftar di Kota Bandung sebanyak 2670 buah.  Tetapi dari jumlah itu yang merupakan koperasi aktif 2171 buah  (2016) dengan anggota koperasi 553.326 orang. Bandungkan dengan jumlah populasi Kota Bandung menurut Catatan Sipil sekitar 2,4 juta jiwa.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil beberapa waktu sebelum mengharapkan  koperasi di Kota Bandung untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman seperti menerapkan penjualan secara digital.

“Koperasi belum secara menyeluruh mampu bersaing dengan dunia luar karena sistem manajemen yang konvensional. Oleh sebab itu koperasi harus bisa menguasai perkembangan teknologi untuk bisa bersaing secara bisnis,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Wali Kota.

Emil mengutip data dari  tokopedia yang menyebut   dalam  setahun ada 20 juta transaksi online di Bandung.  Namun ia khawatir  hanya sedikit koperasi berada dalam dalam transaksi itu (van).