
PeluangNews, Cianjur – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat tren positif tingkat keterisian kamar hotel selama libur panjang Imlek 2026. Rata-rata okupansi di kawasan Puncak-Cianjur menembus angka 50 persen.
Humas PHRI Cianjur, Samsul Rizal, Rabu (18/2/2026) mengungkapkan, peningkatan mulai terasa sejak 13 Februari 2026. Dari total lebih dari 1.200 kamar hotel anggota PHRI, sekitar 600 kamar telah terisi hingga 16 Februari 2026.
Menurutnya, lonjakan terjadi sejak Jumat hingga Senin, dengan rata-rata keterisian kamar mencapai setengah dari kapasitas yang tersedia. Bahkan, sejumlah hotel berbintang dilaporkan mencatat okupansi penuh selama periode tersebut.
Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan pekan sebelumnya yang hanya mencatat rata-rata hunian sekitar 30 persen. PHRI menilai kenaikan tersebut tidak lepas dari strategi promosi yang digencarkan pelaku usaha bersama pemerintah daerah, termasuk peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan menuju Cianjur.
Baca Juga: Garuda Indonesia Operasikan 68 Penerbangan Selama Libur Imlek dan Isra Miraj
Untuk menjaga tren positif tersebut, PHRI mendorong Pemerintah Kabupaten Cianjur menyusun kalender wisata tahunan yang terstruktur. Agenda tetap berupa kegiatan seni, budaya, maupun olahraga berskala nasional dinilai mampu menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Pelaku usaha hotel juga telah berinisiatif menghadirkan berbagai event, salah satunya ajang olahraga lari, guna menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan lama tinggal di Cianjur.
Selain itu, PHRI berharap dapat dilibatkan dalam pameran pariwisata di berbagai tingkatan agar promosi hotel dan destinasi wisata sekitar dapat lebih masif. Dengan kolaborasi berkelanjutan, sektor perhotelan Cianjur diyakini mampu terus tumbuh dan bersaing sebagai destinasi alternatif di Jawa Barat. (Aji)







