
PeluangNews, Jakarta – Banjir masih menghantui sebagian warga Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek), akibat hujan yang terus mengguyur dalam beberapa hari terakhir.
Cukup banyak warga khususnya penduduk Jakarta dan Depok, setiap kali banjir selalu menganggap banjir di wilayah mereka disebabkan kiriman dari Bogor.
Bendung Katulampa hampir selalu menjadi rujukan atau acuan terjadi banjir tidaknya di daerah mereka. Saat ini tinggi muka air (TMA) di Bendung Katulampa, Bogor, Jawa Barat, dilaporkan mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat berada pada status siaga 3 pada Jumat (23/1/2026).
Menurut pantauan pada Sabtu (24/1/2026) pukul 07.00 WIB, ketinggian air di Bendung Katulampa tercatat berada di level 80 sentimeter atau masuk dalam status siaga 4 atau normal.
Petugas jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman, mengatakan debit air yang mengalir saat ini mencapai 90.0406 liter per detik.
“Tinggi muka air 80 sentimeter. Status siaga 4, cuaca mendung,” ungkap Andi, saat dikonfirmasi.
Debit air di Bendung Katulampa sempat meningkat pada Jumat siang (23/1) akibat hujan yang mengguyur wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, sejak dini hari. Pada pukul 13.00 WIB, ketinggian air tercatat mencapai 110 sentimeter.
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pada pukul 14.00 WIB, tinggi muka air mulai turun menjadi 100 sentimeter.
Penurunan berlanjut hingga pukul 15.00 WIB, sebelum akhirnya tercatat berada di angka 90 sentimeter pada pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya berdampak pada terjadinya genangan banjir di sejumlah kawasan Ibu Kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga Sabtu pukul 06.00 WIB, banjir masih menggenangi 90 RT di Jakarta.
Rinciannya, banjir terjadi di 51 RT di Jakarta Barat, 7 RT di Jakarta Selatan, 25 RT di Jakarta Timur, serta 1 kelurahan di Jakarta Pusat.
Ketinggian air bervariasi, dengan kisaran antara 20 hingga 250 sentimeter.
Dari Depok, Jawa Barat, banjir terjadi di Jalan Raya Duta Pelni di depan Perumahan Taman Duta, Kecamatan Sukmajaya. Akses jalan yang tergenang sekitar 200 meter.
Banjir ini membuat lalu lintas yang menghubungkan wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cimanggis terganggu.
Selain itu, hujan yang terus turun di Depok mengakibatkan terjadinya longsor di RW 22 Kelurahan Sukamaju Cilodong, Depok.
Material longsornya menyumbat aliran air Kali Jantung dan menimpa tanggul di seberangnya wilayah Perumahan Villa Pertiwi, Blok M RT 2/RW 15 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. []








