hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Hujan Ekstrem Landa Banten-Jabar, Koperasi BMI Salurkan Sembako ke 240 Anggota Terdampak

Hujan Ekstrem Landa Banten-Jabar, Koperasi BMI Salurkan Sembako ke 240 Anggota Terdampak
Koperasi BMI salurkan bembako ke 240 anggota terdampak banjir di Banten-Karawang/dok.humas

PeluangNews, Banten – Bagi sebagian warga, banjir bukan sekadar air yang masuk rumah. Ia datang bersama pekerjaan yang terhenti dan kebutuhan dapur yang kian berat. Saat hujan ekstrem melanda Banten hingga Jawa Barat, bantuan sembako dari Koperasi BMI menjadi penyangga hidup bagi anggota yang terdampak.

Melalui program Peduli Bencana, koperasi menyalurkan bantuan sembako kepada 240 anggota yang terdampak banjir di Kabupaten Serang dan Kabupaten Karawang.

Bagi sebagian anggota, bantuan ini bukan sekadar paket logistik. Ia menjadi penyambung napas saat aktivitas ekonomi terhenti dan kebutuhan harian tetap harus dipenuhi.

Manajer Zakat, Infak, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) Kopsyah BMI, Andi, mengatakan bantuan difokuskan bagi anggota yang benar-benar terdampak di wilayah pelayanan koperasi. “Tim di lapangan terus bergerak dan memperbarui data, termasuk di wilayah Tangerang,” ujarnya.

Setiap penerima bantuan mendapatkan paket sembako berisi beras 5 kilogram, mi instan, minyak goreng, dan sarden.

Penyaluran bantuan dimulai Jumat, 30 Januari 2026, di wilayah pelayanan Cabang Kibin, Kabupaten Serang. Sebanyak 100 anggota dari enam rembug pusat di tiga desa—Gembor, Cakung, dan Mekarsari—menerima bantuan pada tahap awal.

Baca Juga: Prabowo: Program MBG Telah Ciptakan Satu Juta Lapangan Kerja

Manajer Cabang Kibin, Rosminah, menyebut para penerima merupakan anggota yang rumah dan aktivitas ekonominya terdampak langsung banjir.

Dari Serang, bantuan berlanjut ke Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Sebanyak 140 anggota dari 14 rembug pusat di empat desa—Kertasari, Medangasem, Kalangsari, dan Rengasdengklok Utara—menerima bantuan sembako banjir. Penyerahan dilakukan secara bertahap selama dua hari untuk menghindari penumpukan.

Manajer Kopsyah BMI Cabang Rengasdengklok, Sendi Hardian, menjelaskan penyaluran dipusatkan di kantor cabang agar berjalan tertib.

Terpisah, Direktur Utama Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara, menegaskan bahwa koperasi harus hadir lebih dari sekadar lembaga simpan pinjam. “Bagi kami, anggota bukan angka di laporan. Mereka adalah keluarga yang harus dijaga, terutama saat musibah datang,” katanya.

Menurut Kamaruddin, dampak bencana sering kali berlangsung lebih lama dari genangan air yang terlihat. Setelah banjir surut, banyak anggota masih menghadapi kerusakan rumah, usaha tersendat, dan beban pengeluaran yang meningkat.

“Bantuan ini adalah langkah darurat. Harapannya, anggota bisa kembali bangkit dan melanjutkan aktivitasnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama koperasi di tengah cuaca ekstrem yang belum menentu. “Kalau satu anggota kesusahan, yang lain ikut merasa. Itulah ruh koperasi,” ucapnya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate