TANGERANG—Sudah dua bulan suami istri Rasim dan Roni (65) mengungsi dari ke kontrakan milik tetangganya di Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Rumah mereka nyaris ambruk, atap bagian kiri sudah mencapaitanah, karena dinding bilik dan tiang penyangga rumah lapuk dimakan usia.
Pasutri ini hanya hidup dengan penghasilan Rp15 ribu per hari dari upah Roni sebagai buruh pengolah limbah. Roni bahkan menghabiskan untuk menebus obat sakit paru-paru yang diderita suaminya. Itu dilakukannya selama dua tahun belakangan.
Mengetahui kondisi pasutri yang sudah memasuki usia sepuh ini, Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) kembali memberikan bantuan Program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH).
Manajer Kopsyah BMI Cabang Sukadiri Andi mengatakan, kondisi Roni diketahui saat salah satu anggota RP Kayu Bongkok memberi tahu keadaan tetangganya kepada staf lapang Kopsyah BMI.
“Setelah dilakukan pengecekan dan survei di lapangan bersama Manajer ZISWAF Kopsyah BMI Casmita,” ucap Andi, Selasa (15/6/21).
Peletakan batu pertama dihadiri langsung Sekcam Sepatan H Sudjatmiko, Kades Kayu Bongkok Hamdani, Binamas Kayu Bongkok Aiptu Acep.Sementara dari BMI, Manajer Ziswaf Kopsyah BMI Casmita, Manajer Area 01 Khotimah dan Manajer Kopsyah BMI Cabang Sukadiri Andi dan Staf Ziswaf Kopsyah BMI Sarwo Edi
Manajer Area 01 Kopsyah BMI Khotimah mengatakan, sesuai perintah Allah SWT di surat Al maidah ayat 2, Kopsyah BMI terus menebar kebaikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Salah satunya adalah dengan program HRSH. Hingga kini, sudah 302 HRSH yang dibangun BMI baik kepada anggota dan non anggota. Dana pembangunan HRSH diambil dari infaq Rp1.000 dari anggota
BMI membangun ulang Rumah Ibu Roni lewat tenaga-tenaga profesional Kopmen BMI. Sesuai rencana pembangunan berlangsung selama 25 hari.
“Mulai dari hebel, baja ringan dan bahan bangunan lain kita datangkan langsung dari toko sendiri, milik anggota sendiri. Inilah koperasi, dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota,” pungkasnya.








