hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

HRSH Kopsyah BMI untuk Anggota Yang Militan

TANGERANG—-Hidup boleh susah, tapi Amsah sosok anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) yang militan. 

Rumahnya di di Kampung Gebang,  RT 01/RW 05, Desa Sukadamai, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang tidak layak huni karena keterbatasan biaya. Rumah ukuran 5×6 itu dihuni tujuh orang, termasuk Amsah, suaminya, anak dan cucunya.

Sang suami hanyalah pekerja serabutan yang setiap hari bergelut dengan limbah pabrik. Namun, penghasilan harian itu hanya cukup untuk makan sehari-hari. Di usianya yang mulai sepuh, ia harus mengasuh dua cucunya karena sang anak bekerja di luar kota.

Kendati dililit kesusahan, Amsah adalah sosok anggota BMI yang militan. Sejak menjadi anggota  pada tanggal 7 Januari 2020, Amsah juga mendapatkan pembiayaan Rp2.200.000 untuk modal suaminya berbisnis limbah. Tabungannya di BMI telah mencapai Rp 1,1 juta.

Kehidupan  keluarga perempuan berusia 52 tahun ini sampai ke telinga Manajer Kopsyah BMI Cabang Cikupa Sukirman.  Berawal dari informasi para tetangga Amsah yang juga anggota. Setelah itu, BMI langsung menyambangi rumah Amsah, awal Februari silam.

Sukirman mendapatkan kondisi rumah Amsah memang tidak layak huni. Lantainya tanah, berdinding bilik bambu, beratapkan genteng yang sudah penuh lumut dan bocor di sana sini.

”Kondisi atap sudah reyot dan sangat rendah sekali. Ketika mau masuk rumah kami harus merunduk dulu. Namun yang paling mengancam itu tiang rumahnya. Sudah mulai doyong (bergoyang) kalau ada getaran,” jelas Sukirman dalam keterangan tertulis, Jumat (26/3/21).

Kopsyah BMI memutuskan memberikan Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) kepada keluarga ini.  Pada Kamis 25 Maret  Tim Kopsyah BMI melakukan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Kades Sukadamai M Sukiat dan Sekdes Amoy bersama para RT dan RW termasuk tokoh masyarakat dan Manajer Area 02 Akhmad Rapiuddin.

Dalam peletakan kemarin, Suami Amsah dan beberapa saudaranya ikut membantu para tukang dari Kopmen BMI membangun rumah tersebut. Rumah lama milik Amsah dirobohkan dan akan dibangun nol menjadi permanen oleh BMI.

Dalam sambutannya, Akhmad Rafiuddin mengajak warga Sukadamai untuk bergabung menjadi anggota BMI. Ia mengatakan dengan menjadi anggota Kopsyah BMI berarti telah ikut beramal membantu sesama.

”Jadi mari bergabung dengan Kopsyah BMI, tidak harus minjem tetapi bisa juga menabung sekaligus membantu kawan-kawan anggota lainnya. Seperti Bu Amsah,” jelasnya.

Di depan para warga yang hadir, Refi-sapaan akrab Akhmad Rafiuddin- mengatakan HRSH merupakan implementasi koperasi dalam mensejahterakan dan berbagi untuk anggotanya.

Dikatakannya, pembangunan HRSH berasal dari dana kebajikan yakni 1 persen setiap pencairan pembiayaan. 50 persen dari 1 persen tersebut diperuntukkan untuk sosial pemberdayaan sementara 50 persen lagi dipakai untuk pengembangan diri.

Sementara, Kades Sukadamai M Sukiat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kopsyah BMI atas bantuannya kepada warganya. Menurutnya, koperasi BMI tetap konsisten peduli kepada anggota dan dhuafa di wilayahnya.  

Sukiat mengapresiasipada  saat kondisi pandemi sekalipun Kopsyah BMI malah bagi-bagi rumah gratis. Kurang bukti apalagi? Ini lah koperasi yang sebenarnya.

“Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk BMI. Semoga ke depan, kami dari pihak desa dan BMI saling bersinergi membangun ekonomi kerakyatan,” pungkasnya.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate