hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

HRSH ke 360 untuk Marwiyah

TANGERANG—Sengsara tidak membuat Marwiyah, 52 tahun mudah berpangku tangan dan berputus asa.  Janda berusia 52 tahun ini  tetap tegar bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp30 ribu per hari dan beternak bebek peninggalan almarhum suaminya yang meninggal dunia sekitar tiga tahun lalu akibat DBD.

Anggota Koperasi Syariah BMI Rembug Pusat Sugriwa  tinggal bersama putri bungsunya yang baru lulus SMA. Keduanya tinggal di rumah yang jauh dari kata layak. Dua tahun silam, angin kencang merobohkan rumahnya dahulu. Dari puing-puing, mereka membangun kembali rumah tersebut.

Kehidupan Marwiyah diketahui Kopsyah BMI. Ketua Rembug Pusat Sugriwa Eroh  melaporkan kepada Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti.

Pada Maret 2022, pembangunan Hibah Rumah Siap Huni untuk Ibu Marwiyah disetujui Ketua Pengurus Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara.  Pada Selasa 26 April 2022 diadakan serah terima HRSH kepada Marwiyah di Kampung Kebon, RT 001/002, Desa Pagenjahan, Kronjo, Kabupaten Tangerang.

Dalam acara serah terima,  Camat Kronjo Satibi mengebu-gebu saat mengajak hampir 50 tamu undangan yang hadir menjadi anggota Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI).

”Alhamdulilah pada Ramadhan ini, BMI terus melakukan kegiatan sosialnya. Inilah bukti kalau jadi anggota Koperasi BMI, hidupnya akan lebih sejahtera. Karena dengan ikut menjadi anggota BMI, sudah bisa membantu banyak orang. Bukan hanya anggota saja, tapi juga dhuafa,” ujar Satibi.

Sementara Direktur Keuangan Kopsyah BMI Makhrus mengatakan, pembangunan rumah gratis untuk Ibu Marwiyah berasal dari dana kebajikan Kopsyah BMI.

Makhrus menjelaskan, atap rumah HRSH untuk Marwiyah sudah diganti dengan asbes. Tak ada lagi, kayu atau bambu sebagai penunjang atap, semuanya digantikan dengan kerangka baja ringan. Bilik rumahnya pun sudah diganti dengan full hebel, lantai keramik dan kusen kayu.

Adapun biaya pembangunan rumah ini sebesar Rp55 juta dengan rincian Infaq dari keluarga Rp 1 juta dan Kopsyah BMI sebesar Rp54 juta.

Acara HRSH dihadiri oleh Manajer Pemberdayaan Anggota M Suproni, Manajer Pendanaan Kopsyah BMI Yanita Nurmala, Manajer Area 01 Khotimah, Manajer Cabang Mekarbaru Dwi Fajaryanti dan Mitro Konstruksi Kopjas BMI Khusnul Muhajirin.

Makhrus menjelaskan, Kopsyah BMI bersama sama berjuang mewujudkan tujuan ekonomi kerakyatan dengan kemudahan akses pembiayaan. Di Desa Pagenjahan, Kopsyah BMI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10 miliar dengan jumlah tabungan mencapai Rp600,4 juta.

Lantas bagaimana, Kopsyah BMI terus mendorong ekonomi warga Desa Pagenjahan untuk maju. Makhrus mengatakan cara yang pertama dilakukan BMI adalah memberikan pendampingan serta manajamen keuangan. Itulah esensi berkoperasi yang sebenarnya, dan bukan mementingkan profit semata.

Koperasi yang kita lakukan bukan melulu soal simpan pinjam saja. Kalau bicara simpan pinjam saja malu Pak Roni pakai pakaian seperti itu (batik rapi-red). Karena BMI memberikan pendampingan, dan BMI juga memberikan edukasi sebelum membuat rembug yakni jangan memaksa melakukan pembiayaan.

Makhrus mengibaratkan bahwa pembiayaan bisa menjadi bumerang jika tak sesuai dengan kemampuan. Tak ubahnya seperti obat sakit kepala. Jika satu pil bisa menyembuhkan, namun jika diminum lima pil sekaligus, bisa hilang nyawa.

”Jadi pembiayaan itu akan menjadi racun jika tidak tepat pada sasaran. Maka BMI memberikan pendidikan perkoperasian dan manajaemen keuangan sebelum ibu-ibu menjadi anggota. Kita itu bukan ingin mau jadi kaya, melainkan koperasi ini memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota,” terangnya.

Kini, tidur Marwiyah tidak lagi dihantui trauma. Trauma akan musibah angin kencang akhrinya sirna dengan rumah gratis dari Kopsyah BMI. Kepada KlikBMI, Marwiyah semakin semangat untuk berusaha mengembangkan ternak bebek peninggalan suaminya.

 ”Terima kasih Kopsyah BMI, mudah-mudahan saya juga bisa bantu orang-orang yang kekurangan sebagai anggota BMI,” tandasnya

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate