Peluang, Jakarta – Koperasi Simpan Pinjam Credit Union (KSP CU) Dharma Prima Kita telah mendapatkan dana bergulir sebanyak tiga kali dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM). Hal tersebut dimaksudkan, untuk mendukung koperasi dan mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui fasilitas perkuatan permodalan dengan tarif layanan rendah.
Ketua KSP CU Dharma Prima Kita Yosep Semana mengatakan, pinjaman yang didapatkannya tersebut, pertama pada tahun 2020 sebesar Rp3 miliar, kedua pada tahun 2022 sebesar Rp 10 miliar, dan ketiga pada tahun 2023 sebesar Rp4,4 miliar.
“Perkuatan permodalan dari LPDB-KUMKM memberi manfaat besar bagi perkembangan koperasi dan kesejahteraan anggota, khususnya UMKM yang berada di Kabupaten Sleman D.I Yogyakarta,” kata Yosep dalam keterangannya, Selasa (18/4/2023).
Koperasi yang berlokasi di Jalan Kebon Agung, Kecamatan Mlati, D.I. Yogyakarta ini hingga April 2023 memiliki total anggota sebanyak 3.711 orang, dengan jumlah karyawan sebanyak 27 orang. KSP CU Dharma Prima Kita memiliki satu kantor pusat, dengan total omzet hingga Maret 2023 berjumlah Rp5,94 miliar.
Koperasi yang berdiri pada tahun 2010 ini memiliki produk simpan pinjam yang bervariasi. Di antaranya, pinjaman khusus, pinjaman biasa, dan pinjaman mikro. Kepercayaan besar yang diterima KSP CU Dharma Prima Kita dari masyarakat menjadikan usaha terus tumbuh dan berkembang, terlihat dari peningkatan jumlah aset per Maret 2023 mencapai Rp42,77 miliar.
“Sejak tahun 2020, koperasi mendapat informasi mengenai LPDB-KUMKM sebagai lembaga pembiayaan berbunga murah dari sosialisasi Dinas Koperasi dan UKM setempat, serta informasi yang diperoleh dari Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM saat Acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019. Pejabat pemerintah tersebut menyarankan untuk mengakses permodalan LPDB-KUMKM apabila membutuhkan tambahan modal bagi usaha koperasi dan anggota,” ujar Yosep.
LPDB-KUMKM sebagai lembaga penyalur dana bergulir, lanjut Yosep, dipercaya dapat meningkatkan ekonomi rakyat, yang dananya dapat dimanfaatkan untuk peningkatan usaha anggota. Koperasi tidak menemui kesulitan saat proses pengajuan pinjaman, karena tim LPDB-KUMKM sangat kooperatif dalam membantu koperasi, sehingga prosesnya dijalani dan dipelajari dengan baik.
“Dasar pertimbangan bermitra dengan LPDB-KUMKM adalah LPDB-KUMKM sebagai aggregator pemerintah yakni Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Keuangan memiliki tujuan mulia dalam membantu pemodalan dan pendampingan bagi koperasi. LPDB-KUMKM juga sebagai penyalur pinjaman atau pembiayaan tidak mengenakan biaya apapun seperti biaya administrasi (provisi) atau biaya pengikatan,” beber Yosep.
Melalui permodalan, pendampingan, serta komunikasi efektif dengan LPDB-KUMKM, lanjut dia, memiliki dampak terhadap perkembangan koperasi sangat signifikan, di antaranya, jumlah anggota meningkat pesat, volume usaha anggota bertambah, dan anggota tetap mempercayakan koperasi sebagai tempat teraman dalam menyimpan dan menarik simpanannya.
“Dengan mengakses pembiayaan LPDB-KUMKM, menjadikan koperasi lebih baik lagi khususnya dari segi penataan sistem laporan keuangan dan sisi kelembagaan. Sejak bersinergi dengan LPDB-KUMKM, KSP CU Dharma Prima Kita juga kerap dikunjungi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP RI). Hal ini menjadi poin tersendiri bagi koperasi,” tutur Yosep.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, LPDB-KUMKM telah menyiapkan langkah strategis guna memaksimalkan penyaluran di tahun 2033 sebesar Rp1,8 triliun.
“Kami tetap mengembangkan penyaluran kepada koperasi sektor riil, dimana pertumbuhan dari tahun ke tahun untuk koperasi sektor riil semakin meningkat dan semakin besar porsinya,” ucap Supomo.
Langkah strategis selanjutnya menurut dia, adalah mengembangkan ekosistem bisnis koperasi yang berdaya saing dan saling terintegrasi dari proses produksi, pengolahan, hingga pemasaran yang dilaksanakan melalui piloting project bersama pemerintah pusat, daerah, hingga asosiasi, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
LPDB-KUMKM juga banyak membuat ekosistem bisnis baru di beberapa daerah. Misalnya, strategi untuk pola pembiayaan syariah, lanjut Supomo, pihaknya kembali melibatkan berbagai komponen masyarakat mulai dari persatuan Baitul Maal wat Tamwil (BMT), Inkopsyah, dan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren). Untuk penyaluran dana bergulir dengan pola pinjaman konvensional, pihaknya menyiapkan strategi mulai dari pendekatan kepada komunitas, asosiasi, bahkan pendekatan melalui koperasi BUMN.
“Diharapkan dengan hadirnya LPDB-KUMKM di tengah masyarakat, khususnya dalam tugasnya menyalurkan pinjaman atau pembiayaan yang murah, mudah, dan ramah, dapat menciptakan efek domino dan mampu meningkatkan kontribusi sektor koperasi dan UKM terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Supomo.
Selain dukungan dari sisi permodalan, LPDB-KUMKM juga melakukan upaya pendampingan kepada calon mitra dan mitra koperasi di Indonesia. Tercatat, dana bergulir yang disalurkan LPDB-KUMKM sejak awal penyaluran di tahun 2008 hingga April 2023 berjumlah Rp16,1 triliun yang terserap oleh 3.239 mitra, melalui dua pola penyaluran yaitu pola konvensional sebesar Rp11,69 triliun yang terserap oleh 2.617 mitra, dan pola syariah sebesar Rp4,43 triliun yang terserap oleh 622 mitra.
Sementara penyaluran dana bergulir khusus tahun 2023, hingga April 2023 berjumlah Rp299,38 miliar yang terserap oleh 17 mitra, melalui pola konvensional sebesar Rp203,02 miliar yang terserap oleh 12 koperasi, dan pola syariah sebesar Rp96,36 miliar yang terserap oleh 5 koperasi.
“Pembiayaan oleh LPDB-KUMKM hingga kini pun terus dimanfaatkan oleh pelaku usaha koperasi dalam upaya meningkatkan kapasitas bisnis maupun perekonomian anggota,” tandas Supomo. (alb)





