hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Hindun Diana, dari Imajinasi Lahirlah Kandi Batik

DEPOK—Kecintaannya terhadap wastra nusantra yang beragam dan cantik  membuat Hindun Diana ingin berkreasi mendesain baju dengan kain batik dan tenun sesusai dengan imajinasinya.

Awalnya Hindun hanya membuat untuk dipakai ke kantornya di Jakarta. Ternyata teman-temannya  banyak yang menyukainya.

Warga Jatijajar, Depok, Jawa Barat ini kemudian memutuskan menyalurkan hobinya tersebut untuk menghasilkan uang. Sambil tetap bekerja, saya mulai mempersiapkan keinginan saya untuk membuka sebuah butik.

Pada 2021, setelah setengah tahun kemudian setelah persiapan, Hindun mengundurkan diri dari pekerjaan sebagai karyawati perkantoran, dengan modal sekitar Rp50 juta pada 2012.

Dia  membuka butik luring (offline) sekaligus daring  (on line) yang menyediakan busana ready to wear batik dan tenun (untuk yang berhijab dan non hihab). Denga brand Kandi Batik, dia menerima customize order, dan juga menyediakan beragam kain batik dan tenun.

“Pada perjalanannya, karena saya hijrah berhijab, Kandi Batik hanya menyediakan koleksi busana muslimah etnik saja dengan mengeksplore kain batik dan tenun dari berbagai daerah,” tutur peraih magister sebuah universitas swasta ini.

Ciri khas busana muslimah etnik Kandi Batik adalah desain khusus eksklusif, material kain dalam satu baju  sangat dominan menggunakan kain handmade Indonesia (75-100% handmade), dan kualitas jahitan premium jahit halus kelas butik bukan produk konveksi.

Produk busana muslimah etnik Kandi Batik, dipasarkan secara on line (melalui media sosial: FB dan IG) dan juga Marketplace seperti Zalora, juga melalui pameran-pameran seperti Inacraft, Pelangi Nusantara, dan pameran lainnya.

“Untuk saat ini saya belum memasarkan produk Kandi Batik ke luar negeri, karena saya rasa potensi pasar busana muslimah etnik di Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar, di sini lah yang terbesar pasarnya,” ujar dia. kepada Peluang melalui surat elektronik, Rabu (17/11/21).

Untuk harga produk busana muslimah etnik Kandi Batik dibaderol dengan range harga dari Rp400.000 – Rp1.2 juta. Dengan jumlah karyawan 5 (lima) orang, produksinya sekitar 150-200 pcs per bulan.

Tutur dia  lagi, Kandi Batik juga terdampak pandemi covid. Omzet mengalami penurunan sekitar 50-60%, sehingga untuk produksi pun sementara kami turunkan.  Namun usaha ini tetap berjalan dan tetap bertahan.

“Saya sendiri optimis, Insha Allah jika pandemi berakhir, bisnis  fashion dan lainnya akan bangkit kembal,” imbuh dia.

Ke depan, kalau tak ada aral melintang  awal  2022 Kandi Batik  akan meluncurkan brand baru masih di bidang fashion busana muslim, yaitu busana muslimah modern syar’i dengan menggunakan kain desain khusus, yang saat ini dalam persiapan.

“Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dan menjadi salah satu kiblat busana muslim dunia, saya yakin pasar busana muslim baik busana muslim etnik maupun busana muslim tekstil, pasarnya sangat potensial,” pungksnya (Irvan).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate