hendri tanjung itqan dalam bekerja

PeluangNews, Jakarta – Bekerja secara profesional bukan sekadar mampu menjalankan tugas dengan baik. Setiap pekerjaan juga harus diselesaikan secara tepat, tuntas, dan penuh tanggung jawab. Dalam Islam, prinsip ini dikenal sebagai itqan, yakni kesungguhan untuk menghasilkan pekerjaan terbaik sebagai bagian dari akhlak seorang muslim.
Pesan tersebut disampaikan Hendri Tanjung, Ph.D., Ketua Pengawas Syariah Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (BMI), dalam program Jumat Khidmat pekan ini. Ia menegaskan bahwa pekerjaan yang telah dimulai harus dituntaskan, bukan dibiarkan terbengkalai atau menyisakan tanggung jawab yang belum diselesaikan.
Hendri mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At-Thabrani:
“Innallaha yuhibbu idza ‘amila ahadukum ‘amalan an yutqinahu.”
Artinya, “Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan.”
Menurut Hendri, itqan mencakup tiga prinsip utama, yaitu profesional, tepat, dan tuntas. Ketiganya harus berjalan beriringan. Kemampuan mengerjakan tugas saja tidak cukup jika hasilnya belum memenuhi standar atau pekerjaan tersebut tidak diselesaikan dengan baik.
Baca Juga: Suntikan Motivasi di Rapat Evaluasi dan Konsolidasi
“Apa pun yang kita mulai, maka kita harus tuntaskan. Kita harus selesaikan. Tidak ada pekerjaan yang terbengkalai, yang menyisakan pekerjaan rumah,” pesannya.
Untuk menerapkan prinsip itqan, setiap orang perlu membekali diri dengan ilmu dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Karena itu, proses belajar tidak boleh berhenti setelah seseorang mendapatkan pekerjaan atau menduduki suatu jabatan. Pengetahuan harus terus diperbarui, sementara keterampilan perlu diasah agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara tepat dan profesional.
Namun, kemampuan saja tidak cukup. Hendri juga menekankan pentingnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Motivasi yang lemah dapat membuat seseorang mudah menyerah atau menghindari tanggung jawab ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya, dorongan yang kuat akan membantu seseorang bertahan, mencari solusi, dan menuntaskan pekerjaan hingga akhir.
Ia pun mengajak setiap insan untuk terus memperkuat kapasitas diri sekaligus menjaga motivasi melalui kegiatan mengaji, beramal, dan memahami filosofi pekerjaan yang dijalani. Dengan begitu, bekerja tidak semata-mata dipandang sebagai rutinitas, melainkan juga sebagai amanah yang memiliki nilai ibadah.
Bagi seluruh pengelola Koperasi BMI Group, prinsip itqan menjadi pengingat bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan kesungguhan dan rasa tanggung jawab. Orientasinya bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, melainkan menghadirkan hasil terbaik, bekerja secara tepat, serta memastikan tidak ada amanah yang ditinggalkan begitu saja.
Melalui program Jumat Khidmat, nilai-nilai akhlak terus ditanamkan sebagai bagian dari budaya kerja di lingkungan BMI Group. Profesionalisme bukan hanya tercermin dari kecakapan seseorang, tetapi juga dari komitmennya menjaga amanah dan menyelesaikan tanggung jawab hingga tuntas.
hendri tanjung itqan dalam bekerja
Bekerjalah dengan ilmu, jalankan dengan sungguh-sungguh, dan tuntaskan setiap amanah. Itulah esensi itqan dalam bekerja: menghadirkan kualitas terbaik sekaligus menjaga tanggung jawab sebagai wujud akhlak seorang muslim. (Aji)








