JAKARTA—Jika nongkrong di kedai kopi atau kafe adalah hal yang biasa, maka Bayu Wicaksono menawarkan minum teh kekinian di kedai sebagai alternatif tempat nongkrong. Dengan modal Rp12 juta, alumni Fakultas Ekonomi Trisakti ini membuka kedai pada 2017 di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.
Dengan Brand Haw’s Kitchen, Bayu menawarkan aneka minuman teh, seperti teh tarik, Thai Tea, Teh Hitam dan teh dari berbagai penjuru nusantara lain. Minumannya per gelas dibandroll dengan harga Rp17-20 ribu.
“Haw’s Kitchen diambil dari singkatan nama putra saya, Hilal Abiya Wicaksono. Rencana ketika sudah besar nanti dia sudah punya usaha sendiri,” kata Bayu ketika dihubungi Peluang, Kamis (24/12/20).
Ternyata sambutan pasar luar biasa, tidak saja balik modal, tetapi bisnisnya berkembang hingga 4 gerai dan satu food truck. Omzetnya sebelum pandemi Covid-19 pernaha mencapai Rp80 juta per bulan, kotor.
“Sayangnya waktu pandemi sempat terpukul, karena ada satu gerai yang perosot omzetnya, yaitu di kawasan Thamrin 10, Jakarta Pusat. Pasalnya adanya PSBB menyebabkan orang perkantoran tidak banyak yang nongkrong lagi,” ungkapnya.
Untungnya gerai lain masih bertahan dan Bayu tidak perlu melakukan PHK terhadap empat karyawan tetap dan satu karyawan freelance-nya. Selain itu Haw’s Kitchen juga menawarkan pelayanan secara daring. Ke depan, bila pandemi Covid-19 berakhir, Bayu berencana akan membuka empat gerai baru.
“Saya belum berani ekspansi ke luar kota, gerai yang mendatang di sekitaran Jakarta saja, agar lebih mudah mengontrolnya,” tutup dia (Van).





