dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza
Berita  

Haryono Suyono: Perlu Kesabaran Melakukan Perubahan

Ilustrasi: orang desa dan tanaman jagung-Foto: Tabloid-Desa.

JAKARTA—Ketua Tim Pakar Mendes PDTT Prof Dr Haryono Suyono mengatakan, masyarakat kerap salah paham bahwa pemerintah berlaku tidak adil. Padahal sebetulnya pemerintah memberikan masukan berharga dan sudah berbuat. Hanya saja penerimaan pimpinan daerah dan masyarakat meningkat lambat.

“Untungnya pengetahuan saat ini sudah mulai naik kesadaran, meningkatnya pengetahuan yang membuat masyarakat daerah mulai menerima inovasi,” ucap Haryono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Menko Kesra dan Taskin penerimaaan awalnya hanya pada sedikit keluarga dan belum mencapai masyarakat luas sebagai norma baru. Perubahan sosial dalam budaya itu terjadi juga dalam penerimaan terhadap pendidikan dan fenomena lain yang lebih canggih. Seperti penerimaan perubahan ekonomi.

“Daerah yang memiliki kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tinggi, umumnya lebih dulu menerima perubahan. Sekalipun yang menerima perubahan mulai dari yang memiliki pendidikan tinggi dan akses yang luas,” ungkap Haryono.

Baru kemudian masyarakat di tingkat bawah segera menerima perubahan itu dengan cepat. Biasanya mereka mencontoh kalangan atas. Contoh segar adalah penggunaan e-money dewasa ini sudah sampai pada pedagang kecil sekelas warteg, di pinggir jalan dan di pasar kampung.

“Mereka meniru sistem kartu kredit pada tingkat atas,” kata dia.

Contoh lain pada bidang pertanian, dengan munculnya program Prukades, yang digelar Kementerian Desa PDTT, di bawah Menteri Eko Putro Sandjojo.

Program ini merupakan upaya menggarap kawasan produk unggulan bersama pemerintah daerah, kabupaten, serta swasta. Salah satu kegiatan ini telah dilakukan di Pandeglang, di mana tanah gersang yang dimiliki oleh rakyat di kabupaten ini digarap melalui Prukades.

Lanjut Haryono kemudian pemerintah kabupaten yang memberi dukungan upaya kebun jagung ratusan ribu hektare, mengubah Pandeglang menjadi salah satu produsen jagung yang luar biasa luasnya. Kebijakan ini memberi kesempatan kepada penduduk, untuk mengubah tanah tandus yang mereka miliki dan tidak produktifmenjadi penghasil jagung yang melimpah dan akhirnya berkontribusi memberikan pendapatan petani yang makin tinggi.

“Mendadak penduduk petani di Pandeglang berubah menjadi petani kaya yang siap berbelanja. Seakan orang kaya baru,” kata dia.

Haryono menyebutkan pengembangan BUMDes di desa-desa Kabupaten Pandeglang perlu dipercepat. Tujuannya orang kaya baru itu dapat dilayani pedagang makanan yang mendapat bantuan dari BUMDes di desa.

“Kelompok PKK serta Posdaya yang ada di desa, segera menggelar kegiatannya melayani orang kaya baru berbelanja kebutuhan sehari-hari, di mana pada masa lalu belum menjadi kebutuhannya, misalnya menkonsumsi kopi dan makanan ekstra di warung. Tetapi untuk itu perlu kesabaran, karena orang kaya baru agak kikir. Saya percaya mereka juga siap berbagi,” tutupnya (van).