Jakarta (Peluang) : Harga komoditas telur ayam mengalami kenaikan mencapai Rp 31.000 ribu per kilogram (kg). Berdasarkan pemantauan Kementerian Perdagangan (Kemendag), harga telur ayam ras naik signifikan 5,12 persen dari bulan Juli 2022 menjadi Rp 30.800.
Kemudian berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional, rata-rata harga telur ayam ras secara nasional hingga Senin (22/8/2022) pagi sebesar Rp 29.220 per kg. Tren harga mengalami kenaikan sejak pekan lalu.
“Kami menilai kenaikan harga telur akan bersifat temporer dan menjadi berkah bagi peternak telur di bulan kemerdekaan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Isy Karim.
Meski demikian, Kemendag menyampaikan kenaikan harga itu hanya sementara karena dipicu oleh dampak musiman. “Kenaikan ini disebabkan peningkatan musiman permintaan akibat maraknya perayaan Kemerdekaan di bulan Agustus,” ujar Isy Karim..
Selain itu, menurutnya, bulan ini pemerintah juga merealisasikan bantuan sosial (bansos) secara serentak di Pulau Jawa, sehingga permintaan terhadap telur mengalami kenaikan tinggi. “Sementara penyesuaian produksi telur relatif tidak bisa cepat karena perlu waktu empat sampai lima bulan,” ujarnya.
Terlepas dari dampak musiman, ia menyatakan bahwa industri peternakan layer menghadapi tekanan biaya produksi yang tinggi. Situasi ini berdampak pada kapasitas produksi agregat peternak yang belum kembali kepada kondisi seperti pandemi Covid-19. Dengan tekanan itu, permintaan produk unggas beberapa waktu terakhir kerap naik turun. (s1).








