Pada 2026, diprediksi harga emas akan mencapai $5.000 per-ons. Perdagangan emas online semakin dilirik karena fleksibilitas tinggi, biaya rendah, dan potensi profit dua arah serta mitigasi risiko perubahan harga.

Harga emas sedang melonjak ke rekor $4.497/oz global (setara ~Rp 2.567.000/gram Antam per 23 Des 2025), didorong ketegangan geopolitik (Venezuela, Iran-Israel), pelemahan USD, dan ekspektasi cut rate Fed 2026.
Kenaikan harga emas yang memecahkan rekor diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026, ketika logam mulia ini bisa mencapai $5.000 per troy ounce. Hal ini berdasarkan perkiraan terbaru dari Bank of America, yang meyakini bahwa permintaan investasi akan terus mendorong reli harga emas.
Mengapa Harga Emas Naik?
Harga emas telah berulang kali melampaui perkiraan terbaik analis tahun ini. Pada hari Selasa 23 Desember, emas diperdagangkan sekitar $4.480 per troy ounce, setelah naik 68 persen selama dua belas bulan terakhir.
Bank sentral di seluruh dunia, khususnya Tiongkok dan India, sedang membeli emas dengan laju mendekati rekor. Perang di Ukraina dan reaksi terhadap sanksi AS telah memotivasi beberapa negara untuk beralih dari ketergantungan pada dolar, mempercepat proses de-dolarisasi.
Data terbaru, yang dikumpulkan oleh World Gold Council (WGC), menunjukkan bahwa bank sentral menambahkan 53 ton emas ke cadangan mereka pada bulan Oktober, peningkatan signifikan dibandingkan bulan Agustus yang mencatat akuisisi 19 ton.
Permintaan ETF dan Institusional Telah Menjadi Bagian Utama Dari Reli Tahun 2025
Antusiasme investor terhadap Exchange Traded Fund (ETF) emas hanya meningkat seiring dengan melonjaknya harga emas. Data menunjukkan bahwa tahun ini telah terjadi arus masuk bersih sebesar $64 miliar, dengan rekor $17,3 miliar hanya dalam bulan September.
Analisis oleh ING menunjukkan bahwa total emas yang dipegang oleh ETF telah meningkat sebesar 17 persen sejauh tahun ini, dan mereka percaya bahwa “Masih ada ruang untuk penambahan lebih lanjut [yang dapat] mendorong harga emas lebih tinggi lagi.
Alternatif Perdagangan Emas Dengan sistem Online Patut Dipertimbangkan
Banyak Investor lebih memilih memanfaatkan pergerakan harga emas dengan cara trading emas online daripada fisik karena fleksibilitas tinggi, biaya rendah, dan potensi profit dua arah di pasar volatil seperti sekarang ($4.497+/oz). Jadi, kendati harga emas sudah tinggi, investor dapat melakukan penjualan kendati tidak memiliki fisiknya. Selain itu, untuk mengantisipasi risiko, bila harga emas tiba-tiba berbalik turun secara cepat, para Investor dapat melakukan aksi jual kapan saja. Hal ini untuk mengantisipasi atas naiknya harga emas yang sudah terlampau tinggi.
- Octa Investama Berjangka (OIB) menyediakan pelatihan tanpa dikenakan biaya, serta menyediakan AKUN DEMO untuk latihan bertransaksi produk komoditas emas, indeks saham global, dan pasar keuangan melalui Bursa Berjangka secara live. OIB terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Kunjungi website kami di octa.co.id untuk informasi lengkap.
Disclaimer: Perdagangan berjangka komoditi memiliki potensi keuntungan dan risiko kerugian yang tinggi





