hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Harga Bahan Pokok Turun Pasca Lebaran, Mendag Pastikan Stok Aman dan Terkendali

Mendag Budi Santoso bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau harga bahan pokok di Pasar Minggu.
Mendag Budi Santoso bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau harga bahan pokok di Pasar Minggu.

PeluangNews, Jakarta — Harga sejumlah bahan pokok mulai menunjukkan tren penurunan setelah Lebaran 2026. Pemerintah memastikan pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3), bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Menurut Budi Santoso, hasil pantauan menunjukkan pasokan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya dalam kondisi cukup. Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas harga pasca-Lebaran.

“Berdasarkan pantauan ke pedagang, pasokan bapok seperti beras, minyak, cabai, dan lainnya cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi membeli secara berlebihan karena stok saat ini aman,” ujar Budi Santoso.

Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga mencatat adanya penurunan harga sejumlah komoditas dibandingkan periode Ramadan dan Idulfitri tahun sebelumnya.

Harga bawang merah turun sekitar 8–10 persen, cabai turun 3–20 persen, serta bawang putih turun hingga 16 persen.

Di Pasar Minggu, beberapa komoditas bahkan dijual di bawah harga acuan, seperti beras medium Rp13.000 per kilogram, beras premium Rp14.800 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram, dan cabai merah besar Rp50.000 per kilogram.

Harga minyak goreng rakyat MINYAKITA juga mengalami penurunan sekitar 7,5 persen dibandingkan tahun lalu. Jika pada periode sebelumnya mencapai Rp17.200 per liter, kini harga berada di kisaran Rp15.700 per liter.

Sementara itu, sejumlah harga bahan pokok lainnya terpantau relatif stabil, antara lain beras SPHP Rp12.500 per kilogram, gula pasir Rp19.000 per kilogram, daging sapi Rp140.000 per kilogram, ayam ras Rp45.000 per kilogram, telur ayam Rp32.000 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp100.000 per kilogram.

Budi Santoso menegaskan, Kementerian Perdagangan terus memantau harga harian melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang mencakup sekitar 550 pasar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Pemerintah juga berkoordinasi dengan Perum Bulog dan ID FOOD untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga, termasuk distribusi beras SPHP dan MINYAKITA,” jelas Budi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga memastikan kondisi pasokan bahan pokok secara umum dalam keadaan melimpah.

“Persediaan banyak, beras banyak, ayam banyak, telur banyak, sayur-sayuran juga banyak. Secara umum stok cukup dan harga terkendali,” kata Zulkifli Hasan.

Pedagang di Pasar Minggu turut merasakan kondisi tersebut. Rano, pedagang beras, mengatakan harga mulai turun seiring masuknya musim panen dan pasokan yang lebih stabil. Sementara Selamet, pedagang telur, menyebut permintaan tetap tinggi meski sebagian pedagang belum kembali berjualan pasca-Lebaran.

Hal serupa disampaikan Fatimah, pedagang sayur, yang mengaku harga sayuran kini kembali normal dan permintaan relatif stabil. Ia berharap kondisi tersebut dapat bertahan sehingga omzet pedagang dapat meningkat.

Dengan tren harga yang menurun dan pasokan yang stabil, pemerintah optimistis kondisi bahan pokok pasca-Lebaran tetap terkendali dan tidak memicu lonjakan harga dalam waktu dekat.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate