hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Harapan Petani Terhadap Harga TBS Sawit Kembali Normal

Jakarta — Kegiatan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya kembali dapat dijalankan mulai hari ini. Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) berharap harga tanda buah segar (TBS) sawit yang sempat anjlok kembali naik hingga harga keekonomian.

Sekretaris Jenderal SPKS, Mansuetus Darto, mengatakan, setelah pengumuman pencabutan larangan ekspor CPO pada pekan lalu, belum terdapat kenaikan signifikan pada harga TBS.

“Naiknya bervariasi, ada yang hanya Rp 50 per kg ada yang Rp 150 per kg. Masih begitu-begitu saja,” kata Darto, Minggu (22/05/2022).

Darto menyampaikan, pabrik CPO yang sebelumnya menyetop pembelian TBS mulai beroperasi kembali. Akan tetapi, kata Darto, antrean masuk TBS sangat panjang karena buah masih melimpah di pabrik.

SPKS berharap, harga TBS bisa kembali naik ke level Rp 3.000 per kg dari saat ini yang masih sekitar Rp 2.000 per kg. Menurut Darto, pemerintah juga perlu menjaga tingkat ekspor agar harga di level internasional tidak langsung menurun.

“Negara lain tahu pasokan CPO kita melimpah sehingga perlu agar keran ekspor tidak jor-joran. Kalau barang banyak biasanya harga jadi murah,” katanya.

Harga internasional yang turun secara langsung akan berdampak pada harga TBS. Dikhawatirkan, harga yang sebelumnya tinggi dan menguntungkan petani sulit kembali.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pabrik kelapa sawit (PKS) yang masih membeli murah harga TBS petani.

Ketua Umum Apkasindo Gulat Manurung mengatakan, harga pembelian TBS semestinya sudah bisa meningkat ke level Rp 2.800 hingga Rp 3.800 per kg dari sebelumnya hingga di bawah Rp 2.000 per kg.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate