hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Hampir Semua NTUP Subsektor Pertanian Mei 2021 Meningkat

JAKARTA—Badan Pusat Statistik merilis  Nilai Tukar Petani  nasional Mei 2021 sebesar 103,39 atau naik 0,44 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,66 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.

Pengumuman oleh Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS Setianto pada 2 Juni 2021 mengungkapkan peningkatan Nilai Usaha Tukar Petai (NUTP) terjadi hampir pada semua subsektor pertanian. Tanaman Perkebunan Rakyat meningkat paling tajam, dari April tercatat di angka 118,46 ke 119,73. Disusul perikanan dari 104,66 ke 105,55. 

Satu-satunya yang anjlok dan cukup tajam adalah subsektor hortikultura dari 104,66 ke 101, 87. Meskipun demikian tiga subsektor yang memberikan kontribusi ekspor ini tetap postif karena di atas 100 di mana di atas angka ini berarti positif bagi petani.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri  menilai bila menilik kurva data yang disampaikan BPS ini, terlihat hingga pertengahan tahun 2021, nilai NTP dan NTUP konsisten tinggi.

Kuntoro  mengklaim fenomena ini menjadi indikator kesejahteraan petani membaik, dan konsisten. Bila pada tahun-tahun yang lalu, kebiasaan data NTP dan NTUP trennya menurun pada pertengahan tahun.

“Tahun 2020 lalu, nilai NTP hanya 99,47 dan menjadi titik terendah. Nilai dbawah 100 ini biasanya bertahan hingga Agustus. Namun pada tahun 2021 ini nilainya cenderung linier dan tinggi diatas 102 sejak Oktober 2020,” jelas Kuntoro dalam keterangannya, Rabu (2/6/21.

Sedangkan untuk NTUP, curva kenaikan juga terjadi dari bulan ke bulan. Misalnya untuk Maret 2020 angkanya hanya sebesar 102,90, sedangkan pada Maret 2021 mencapai 103,87. Demikian juga dengan angka pada April 2020 yang hanya 101,13, sedangkan April 2021 naik 103,54.

“Dan sekarang angka NTUP di Bulan Mei 2021 mencapai 104,04 atau lebih tinggi dibanding Mei 2020 yang hanya 100,16,” katanya.

Kuntoro menyebut konsistennya nilai NTP dan NTUP yang tinggi, menjadi bukti sektor pertanian ditengah pandemi covid 19 selalu bertumbuh. Kebijakan dan intervensi Kementerian Pertanian dari hulu hingga hilir membuahkan hasil yang positif.

Sektor perkebunan paling konsisten sejak beberapa terakhir ini.  Pada Januari-Oktober 2020 sektor ini memberikan kontribusi sebesar Rp359,5 triliun rupiah atau naik 11,6 persen dibanding periode yang sama 2019.

Komoditas yang memberikan kontribusi itu pada subsektor ini ialah  kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dan kopi.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate