hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Hadapi Pandemi, Andalkan Loyalitas Anggota

Menjaga loyalitas anggota, itulah jurus KSP Kodanua dalam mengatasi dampak pandemi covid-19 yang sejak Maret lalu, tepat sudah berlangsung selama setahun. Pandemi yang belum berkesudahan ini ikut menggerus kinerja usaha Kodanua sehingga pendapatan sepanjang tahun 2020 anjlok 30 persen atau sebesar Rp23,462 miliar. Sedangkan biaya operasional yang dikeluarkan sebesar Rp30,360 miliar.

Guna menyiasati defisit tahun berjalan itu, Ketua KSP Kodanua HR Soepriyono mengatakan pihaknya terpaksa memanfaatkan cadangan modal dan cadangan risiko untuk menutupi biaya operasional. Hal itu dilakukan karena memang sulit mengandalkan partisipasi aktif anggota yang juga tengah galau menghadapi pandemi covid-19. 

“Kinerja usaha KSP Kodanua sepanjang 2020 mengalami kendala cukup sulit, karena daya beli anggota yang menurun terdampak pandemi covid-19, namun di tengah masa sulit ini pengurus tetap rutin menjalin silaturahmi sehingga anggota tetap loyal terhadap koperasi,” ujarnya saat memberi laporan dalam RAT KSP Kodanua Tahun Buku 2020, Senin (15/3/2021) di Hotel Aston Priority Jakarta. RAT tahun ke-43 itu dibuka oleh Menteri Koperasi UKM Teten Masduki. Deputi Perkoperasian Ahmad Zabadi, Ketua Umum IKSP Andy Arslan Djunaid serta sekitar 200 orang  perwakilan anggota.

Lebih lanjut Soepriyono menyampaikan, lantaran kuatnya loyalitas anggota maka KSP Kodanua tetap mampu mencetak SHU positif kendati lebih rendah dibanding tahun lalu. Simpanan anggota tercatat Rp72,635 miliar sedangkan pinjaman sebesar Rp154,2 miliar.

Secara umum kinerja usaha KSP Kodanua, baik dari simpanan, penyaluran pinjaman, hingga aset memang terlihat mengalami penurunan. Namun demikian, koperasi berusia 44 tahun dengan 22 cabang tersebar di empat provinsi tetap eksis. Selain menjaga loyalitas anggota, KSP Kodanua juga dikenal sangat hati-hati mengelola aspek finansialnya. Salah satu prinsip kehati-hatian yang tinggi itu, KSP Kodanua hanya menarget plafon pinjaman dari Rp500 hingga terbesar Rp 2,5 miliar.  

RAT TEPAT WAKTU

Dalam sambutannya, Menkop UKM Teten Masduki mengapresiasi KSP Kodanua yang melakukan RAT tepat waktu. Langkah ini, ucapnya, meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada koperasi.

Dikatakan, kontribusi koperasi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) masih 5,2 persen. Dan hingga 2024 diharapkan naik jadi 5,5 persen. Menurut Teten, koperasi di Indonesia sudah cukup baik, terutama dengan azas kekeluargaan yang menjadi pilar koperasi serta kepercayaan masyarakat, dan sangat penting dalam menghadapi masa-masa sulit. “Saat ini tingkat pengangguran meningkat. Kesejahteraan masyarakat menurun. Omzet usaha juga turun. Hal-hal seperti ini yang mungkin harus kita hadapi bersama-sama,” ujarnya. 

Dampak pandemi pada Indonesia lanjut Teten, masih lebih baik dibanding negara lain. Pertumbuhan Indonesia minus 2,4 persen. Sedangkan India minus 8 persen. Diprediksi Indonesia yang paling cepat dalam proses pemulihan, asalkan vaksinasi yang tengah dilakukan saat ini terselenggara dengan baik.  (Irm)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate