MAUMERE—Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat mendorong kaum mudadi Kabupaten Flores Timur, khususnya di Desa Waibao terjun ke tiga sektor besar pengungkit ekoomi kerakyatan, yaitu Pertanian, Perikanan dan Pariwisata.
Viktor mennyampaikan, jika ada lahan kosong 5000 hektare maka pemerintah Provinsi NTT bersedia menanam jagung.
“Kita mau tanam jagung. Pupuk kami siap, benih kami siap, lahan disiap. Bapa (Kades Waibao) tinggal jaga petaninya supaya jagung jangan mati. Jadi, Provinsi NTT sedang menuju 300.000,” ungkap Gubernur Viktor dalam sambutannya ketik mengunjungi di Desa Waibao, Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Sabtu (9/4/22).
Lanjut dia, saat ini terdapat 100.000 hektare. Dari 100.000 hektare. Rata-rata 7 ton jagung, maka itu ada dua triliun rupiah.
Dalam sambutannya Viktor menyentil soal tingginya Gubernur NTT Viktor Laiskodat melakukan kunjunganke Maumere Kabupaten Sikka hari ini Sabtu dan Minggu, (9-10 April 2022). Kunjungan ini bagian dari dalam lawatan 2 pekan di Flores Lembata sejak 7-21 April 2022.
Dalam rundown acara, Gubernur NTTmengunjungi Kampung Adat Lewokluok di Flores Timur lalu meninggalkan Lewotanah menuju Maumere, Kabupaten Sikka.
Selain itu Gubernur Viktor mengunjungi komunitas Sanggar Lero Sadang Bui Wolon di Mudung, Desa Airbura Kecamatan Waigete untuk melihat dari dekat aktivitas para seniman muda dan budayawan lokal mengelola potensi seni budaya desa sebagai peluang ekonomi kreatif yang bernilai lebih selain untuk kepentingan pelestarian warisan leluhur.
Diampingi Direktur Bank NTT Alex Riwu Kaho dan rombongan, Gubernur dipastikan berdialog dengan para seniman dan budayawan sekaligus memberikan solusi bagi percepatan peningkatan kesejahteraan warga setempat dari aspek pariwisata dan budaya dalam skema dukungan Bank NTT.
Sanggar Lero Sadang Bui Wolon adalah sebuah komunitas seni budaya lokal Kabupaten Sikka yang diinisiasi oleh Yosef Rodin, seorang sarjana bahas dan sastra dari Mudung.
Yosef Rodin berjuang untuk mendirikan Sanggar Budaya itu melibatkan orangtua, para tokoh adat, serta pelajar dan mahasiswa asal kampung itu dalam sekian tahun terakhir. Bupati Sikka Fransiskus Diogo Idong baru meresmikan sanggar itu pada 7 Mei 2021.
Beberapa karya seni yang dikembangkan adalah seni tari tradisional kontemporer dan dan musik kampung yang kini terus menghiasi blantika musik daerah dan terlibat langsung dalam berbagai festival dan aneka event di Kabupaten Sikka maupun provinsi NTT.
Selain itu rombongan meninjau kawasan perbukitan Nilo yang dulunya tandus, gersang dan penuh ilalang, telah disulap oleh seorang tokoh warga, Amandus menjadi pusat agrowisata baru dengan aneka tanaman perdagangan semisal kopi kakao, juga tanaman hortikultura jeruk, anggur, pepaya, pisang jenis khusus bahkan apel yang sangat subur dan memanjakan mata.
Sebelum menata kawasan ini jadi pusat agrowisata, Amandus dan warga setempat terlebih dahulu menyiapkan tanaman pelindung umur panjang dan produktif seperti mahoni dan lainnya yang saat ini sudah memasuki usia panen.
Sebagai bentuk dukungan untuk wisatawan yang ingin menikmati kawasan agrowisata itu, Amandus juga telah membangun 10 unit penginapan (cottage) langsung dikawasan agrowisata itu untuk mereka yang ingin menikmati wisata alam, wisata rohani (Patung Bunda Maria Nilo dan kompleks Pasionis nan megah itu) sambil menatap pesona kota Maumere dari ketinggian.
Selain itu Gubernur akan singgah di Desa Nita Kecamatan Nita untuk meresmikan stasiun pengisian bahan bakar minyak mini “Pertashop” di Nita dan satunya di Dulipali Boru, Flores Timur secara simbolis.
Kedua unit usaha sektor riil milik anggota Kopdit Pintu Air itu dikembangkan oleh Pengurus dan Manajemen Kopdit Pintu Air Rotat Indonesia. Beberapa unit usaha lain yang dikembangkan Pintu Air juga yakni Usaha Swalayan, Garam Pintar, Minyak Goreng dan sedang dibangun satu unit usaha air minum dalam kemasan.
Rombongan juga menuju Wukur, sebuah destinasi wisata pantai nan indah di Desa Sikka, Kecamatan Lela untuk melihat prospek apa yang bisa dikembangkan serta berdialog dengan warga di kampung Wukur dan kemudian bertolak ke Kabupaten Ende (Nivan).





