JAKARTA—KSP Nasari, KSPPS Nasari Mandiri Syariah dan KSU Nasari Artha yang berada dalam satu grup dengan Koperasi Nasari Sentra UKM (Skd) menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) bersama di gedung kantor Nasari Sentra UMKM di The Kensington Office Tower lt 10. Unit ABK, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/6/21).
RAT dilaksanakan secara daring dengan menghubungkan cabang-cabang ketiga koperasi di grup Nasari yang tersebar di seluruh Indonesia. RAT dihadiri oleh Ketua Nasari Sentra UMKM (Skd) Sahala Panggabean, Ketua I KSP Nasari Frans Meroga, Ketua KSPPS Nasari Mandiri Syariah Chandra Vokav Saritua, Ketua KSU Nasari Artha Tetty ML Situmorang, Deputi Perkoperasian Kementeran Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi dan perwakilan dari mitra Nasari.
Dalam seremoni pembukaan Sahala Panggabean menyampaikan, KSP Nasari yang berdiri pada 1998 untuk membantu para pensiunan di era krisis moneter, pada perkembangannya saat ini sudah melakukan regenerasi dan memantapkan langkah ke arah digitalisasi.
“Kalau kini kami memberikan pinjaman kepada para pensiunan, maka yang kami lihat adalah putra dan putri para pensiunan yang datang dari generasi milenial. Kami juga menyediakan aplikasi Nadi atau Nasari Digital di mana kami bisa meningkatkan pelayanan kepada anggota dengan memberikan kemudahan dalam satu genggaman,” ujar Sahala, dalam sambutannya.
Aplikasi Nadi ini tidak saja menawarkan fitur simpan pinjam secara daring, secara real time, tetapi juga membantu anggota untuk melakukan pertemuan dan rapat secara daring, terdapat juga fitur pembayaran berdasarkan QRIS hingga SHU secara daring.
Sahala menyampaikan sejauh ini dalam keadaan menghadapi pandemi NPL para anggota masih di bawah satu persen. Hingga saat ini Grup Nasari sudah mempunyai sekitar 390 cabang dari ketiga koperasi.
“Ke depan kami akan mengembangkan jaringan yang lebih luas dan membuka cabang,” tambahnya.
Sebagai catatan, Nasari Sentra UMKM (Skd) juga melakukan kerja sama dengan Koperasi Bakti Sejahtera dan Asuransi dari Kospin Jasa Group.
Sementara Ketua KSPPS Nasari Mandiri Syariah Chandra Volav Saritua mengatakan, sambutan masyarakat akan kehadiran koperasi syariah dari Nasari ini cukup besar. Jumlah aset meningkat dari Rp19,1 miliar menjadi Rp21, 8 miliar pada 2020 dan ditargetkan pada 2021 dapat meraup Rp73.1 miliar.
“Pada tahun ini kami juga akan meluncurkan aplikasi Qarim untuk digital syariah,” ucapnya.
Sementara Achmad Zabadi , yang mendapatkan kehormatan membuka RAT mewakili Menteri Koperasi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Grup Nasari, karena terbukti mampu melakukan regenerasi dan digitaliasi, sehingga mengubah citra koperasi dari gerakan jadul dan orangtua menjadi modern dan kekinian.
“Grup Nasari membuktikan dirinya dikelola secara profesional selain siap digitalisasi dan regenerasi juga sudah mampu melakukan spin off. Saya melihat apa yang diungkapkan dalam RAT kali ini luar biasa menandakan Nasari memberikan peluang yang besar bagi siapa saja untuk bergabung,” ungkap Zabadi.
Dalam video yang ditayangkan pada seremoni terlihat keberhasilan seorang pensiunan di Sumatera Utara membangun usaha perunggasan dengan pembiayaan dari Nasari serta melakukan pembimbingan.
“Ke depan Nasari bisa melakukan spin off lainnya, misalnya dengan mendirikan koperasi sektor riil, seperti sektor perunggasan, mulai dari budi daya hingga menjadi offtaker hal ini bisa dilakukan oleh KSU Nasari Artha,” tutup Zabadi (Irvan).








