JAKARTA-—-Butuh Kreatvitas di masa pandemi. Demikian yang dialami Amri Rasjid ketika harus meneruskan usahanya di bidang kuliner, Gerobak Kopi Engkong. Inovasi tentunya juga berkat pengalaman dan kerja keras.
Alumni jurusan akutansi STIE Perbanas ini malang melintang di bisnis Food and Bevarages ini. Mulanya Amri bekerja sebagai karyawan di sebuah usaha kuliner di Mal Casablanca sejak 2008 hingga 2013.
Setelah resign, dia bersama kawannya menjalankan usaha kuliner Gerobak Kopi Jenggo di Kota Bandung, tepatnya di kawasan Dipati Ukur pada 2013 hingga 2015.
“Sebetulnya secara bisnis, saya lebih suka di Bandung, habitat warganya yang suka nongkrong menguntungkan. Tetapi keluarga saya di Jakarta, akhirnya saya memutuskan untuk ke Jakarta,” ujar Amri ketika dihubungi Peluang, Senin (28/9/20).
Akhirnya dengan modal Rp5 juta dia membuka gerai di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur dengan brand Gerobak Kopi Engkong, yang identik dengan Jakarta.
“Sebelum pandemi sambutan pasar luar biasa. Sehari saya bisa mendapat Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Saya kemudian membuka tiga cabang di Jatiwaringin, BSD dan Pondok Indah,” ungkap pria kelahiran 1978 ini.
Sayang, pandemi memukul usahanya. Tiga cabangnya ditutup. Hanya tinggal yang di Duren Sawit. Tetapi Amri membuat inoviasi minuman baru yang disebut kopi dalgona, yang kekinian.
Kopi dalgona adalah minuman yang dibuat dengan mencampurkan kopi instan, gula, dan air panas dengan jumlah perbandingan yang sama. Campuran itu kemudian dikocok sehingga menjadi krim dan kemudian ditambahkan ke susu dingin atau panas.
“Saya mengganti topingnya dengan enam varian, yaitu Bubble gum, Milo, Nescafe, Alpukat, Cheese Cream dan Taro. Ternyata anak-anak banyak suka, karena harganya ekonomis, yaitu Rp5.000,” papar dia.
Ke depannya, kalau pandemi berakhir, Amri berencana ingin mengembangkan varian minumannya. Dia berharap mendapat kesempatan untuk pelatihan Jakpreneur untuk menambah ilmu dan jaringan (Van).








