Koperasi BMI bertekad membangun kemandirian dan mengakselerasi kesejahteraan anggotanya melalui Gerakan Menabung Seribu Sehari (Gemaseri) dan Produk Simpanan Berjangka (Sijaka).
Keterampilan mengelola keuangan merupakan hal penting untuk mencapai masa depan yang lebih cerah. Salah satunya dengan menyisihkan sebagian pendapatan atau menabung. Terlebih bagi gerakan koperasi yang selama ini mendengungkan kemampuan untuk menolong diri sendiri (self help).
Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Presiden Direktur Koperasi BMI, mengatakan gerakan menabung yang melembaga dan menjadi budaya anggota akan mampu menolong diri sendiri secara bersama. “Gerakan menabung sangat penting karena dengan memiliki tabungan maka akan memudahkan kita semua menghadapi kebutuhan mendadak atau kebutuhan tak terduga,” ujar Kambara.
Tokoh Koperasi Berprestasi itu bukan sekadar berwacana tetapi membuktikannya melalui Gerakan Menabung Seribu Sehari (Gemaseri). Gerakan itu bertujuan untuk membentuk budaya menabung bagi anggota Kopsyah BMI.
Gemaseri terinspirasi dari ajaran Bapak Koperasi Indonesia Bung Hatta yang mengatakan “Insan koperasi harus dibiasakan untuk terus menerus belajar menabung, agar kelak bisa self help koperasinya. Hal ini sulit, namun perlu dijalankan”.
Kopsyah BMI sebagai salah satu koperasi besar menjadikan menabung (simpanan) sebagai salah satu instrumen Model BMI Syariah. Seperti diketahui, Model yang telah diadopsi banyak koperasi di Tanah itu memiliki 5 (lima) instrumen yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi.
Melalui Gemaseri, Kopsyah BMI mendorong anggotanya untuk disiplin dalam menabung. Meski nilainya kecil hanya Rp1.000 perhari, namun jika itu dilakukan secara bersama akan memberikan efek pengganda yang besar. Ilustrasinya, dengan jumlah anggota BMI sebanyak 300 ribu, maka dalam sehari akan terkumpul uang tabungan sebesar Rp300 juta. Dalam sebulan akan terkumpul dana sebesar Rp9 miliar.
Kambara menambahkan, Gemaseri bukan saja bermanfaat untuk penabung, tetapi juga dapat menciptakan distribusi pendapatan yang adil dan memberdayakan anggota lain. “Dengan gerakan menabung, koperasi maju anggota sejahtera. Mari kita wujudkan koperasi yang mandiri, berkarakter dan bermartabat,” tegas penulis buku Best Seller Model BMI Syariah ini.
Dalam konteks yang lebih luas, setidaknya ada enam manfaat yang akan diperoleh bagi anggota yang telah terbiasa menabung. Pertama, terampil mengelola uang. Seberapa pun terbatasnya pendapatan anggota, jika rutin menabung, akan bisa menyisihkan sebagian uang agar tidak dihabiskan untuk keinginan yang kurang perlu.
Kedua, lebih disiplin. Dengan rutin menabung, anggota “dipaksa” untuk berkomitmen menyisihkan sebagian dana dari pendapatan untuk tidak digunakan sebagai keperluan sehari-hari.
Ketiga, belajar hemat. Makin terbatasnya pendapatan yang dimiliki karena disishkan untuk menabung kenyataannya dapat membuat penabung belajar hemat. Anggota bisa membuat skala prioritas untuk mendahulukan biaya kebutuhan dan mengesampingkan dana yang mesti dikucurkan untuk keinginan.
Keempat, memiliki dana cadangan. Manfaat menabung adalah membuat anggota bisa melakukan antisipasi terkait masalah finansial di masa depan dalam jangka pendek. Dengan menabung, anggota akan memiliki dana cadangan yang bisa digunakan apabila ada keperluan mendadak yang tidak terduga.
Kelima, mencegah berutang. Manfaat menabung yang tidak kalah pentingnya adalah menghindarkan anggota dari jeratan utang. Apalagi akhir-akhir ini banyak beredar berita yang menyedihkan dimana orang mengakhiri hidupnya akibat terlilit utang dari pinjaman online (pinjol) ilegal. Dengan menabung, insyaAllah anggota tidak perlu berutang.
Keenam, menjaga aset. Jika memiliki tabungan, anggota tidak perlu menjual ataupun menggadaikan kepemilikan barang hanya untuk memenuhi kebutuhan yang tidak terduga. Anggota bisa menggunakan uang tabungan untuk memenuhi biaya kebutuhan tersebut.
Produk Investasi Sijaka
Dalam perkembangannya, selain menggalakkan Gemaseri, Kopsyah BMI juga mendorong anggotanya untuk berinvestasi melalui produk Sijaka (Simpanan Berjangka). Produk investasi ini memberikan bagi hasil lebih tinggi dibandingkan dengan Simpanan Sukarela yang siap diambil sewaktu-waktu.
Sijaka memiliki nisbah bagi hasil sebesar 52% untuk anggota dan 48% untuk koperasi, atau setara dengan 12,5% pertahun jika dikomparasikan dengan sistem konvensional. Nilai keuntungan itu jauh di atas keuntungan bunga deposito di lembaga keuangan konvensional.
Oleh karenanya, Kambara mengimbau bagi anggota yang telah mengumpulkan simpanan sukarela, agar menaruhnya di Sijaka. “Investasi Sijaka dapat mempercepat anggota untuk mencapai kebebasan finansial,” ungkap Kambara.
Istilah kebebasan finansial seperti dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki, pakar keuangan global, merupakan suatu kondisi ketika individu dapat memenuhi segala kebutuhannya tanpa harus bekerja lagi. Singkatnya, uang telah bekerja untuk kita, dan bukan kita bekerja untuk uang.
Melalui kebiasaan menabung melalui Gemaseri dan ditindaklanjuti dengan berinvestasi seperti Sijaka diyakini anggota dapat lebih sejahtera sebagaimana tujuan utama berkoperasi. Oleh karenanya, Koperasi BMI akan terus mendorong anggota agar melakukan kedua hal tersebut.
Box:
Manfaat Produk Sijaka Kopsyah BMI :
- Terhindar dari Inflasi. Inflasi atau kenaikan harga barang atau jasa akan membuat nilai uang yang bisa digunakan berkurang dari waktu ke waktu. Menabung uang ke produk investasi akan membuat terhindar dari risiko inflasi. Rata-rata bagi hasil produk Sijaka lebih besar dari nilai inflasi.
- Pengembangan Nilai Uang. Anggota tentu tidak akan menolak apabila uang Rp1 juta yang dimasukkan ke produk investasi nilainya berkembang menjadi Rp2-3 juta dalam beberapa tahun mendatang, bukan?. Inilah manfaat menabung ke produk investasi.
- Pendapatan Pasif. Tabungan yang sudah diinvestasikan nyatanya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan pada masa depan dalam jangka panjang. Ini karena ada pendapatan pasif yang dihasilkan dari investasi yang dilakukan.
- Merdeka Keuangan. Merdeka secara keuangan dapat diartikan sebagai kondisi ketika dapat memenuhi segala kebutuhan tanpa harus bekerja lagi. Ini karena pengembangan dana dari investasi sudah bisa membayar segala kebutuhan yang diperlukan.





