hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Gerakan Koperasi On The Right Track

Dalam usianya yang ke 75 tahun, arah koperasi Indonesia dinilai sudah berada di jalur tepat yang antara lain dibuktikan semakin banyak yang melek digital, peduli sosial, dan ekonomi.

Tahun ini gerakan koperasi Indonesia memasuki usia 75 tahun, masa yang cukup matang untuk semakin terus berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan hal mudah dalam mempertahankan eksistensi sokoguru ekonomi itu di tengah gempuran konsentrasi kapital yang berpusat pada satu atau segelintir kelompok saja.

Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group, biasa disapa Kambara, mengungkapkan gerakan koperasi Indonesia sudah banyak berubah dan semakin dekat dengan tujuan awalnya yaitu menyejahterakan anggota. “Koperasi kita sudah cukup baik yang dibuktikan dengan semakin banyaknya koperasi yang peduli sosial dan publikasi. Sehingga peran koperasi lebih daripada kegiatan ekonomi semata,” ungkap Kambara.

Selain perubahan yang dilakukan internal koperasi, dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan koperasi sudah cukup baik. Hal itu terlihat dari lahirnya beberapa peraturan baru Menteri Koperasi dan UKM  seperti Permenkop tentang Koperasi Multi Pihak yang mendorong koperasi melakukan pengembangan usaha ke sektor riil diantaranya terlibat di sektor pangan. Selain itu koperasi juga didorong melakukan spin off, amalgamasi dan terobosan lainnya.

Meski arah gerakan koperasi sudah tepat, namun berarti pegiat koperasi lantas berleha-leha. Masih ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan agar koperasi dapat tumbuh semakin besar. Setidaknya, ada tiga hal, kata Kambara, yang perlu dibenahi. Pertama, Orientasi, dimana  koperasi harus sejalan dengan tujuannya sendiri, yaitu untuk mencapai kesejahteraan bersama dalam semangat kekeluargaan dan jiwa gotong royong.

Kedua, Transparansi; koperasi harus terbuka dengan melakukan publikasi kinerja keuangan yang dapat diakses anggota, publik dan pemerintah. Selanjutnya koperasi  harus taat azas terutama terkait kelembagaan, tata kelola dan regulasi-tegulasi yang mengikat seperti aturan perpajakan, PPATK dan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Ketiga, Kolaborasi atau kerjasama antar koperasi. Dalam hal ini, yang mungkin dilakukan adalah kegiatan bersama dalam hal publikasi, sosial dan pemberdayaan. Kolaborasi sesama koperasi ini juga merupakan salah satu prinsip koperasi yang perlu terus diperkuat pada masa mendatang.

Selain itu, koperasi juga perlu menggenjot sosialisasi dan edukasi dengan menyasar target generasi milenial dan Gen Z yang merupakan populasi penduduk terbesar saat ini.  Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain melakukan publikasi melalui media mainstream, media sosial, baliho, sponshorship kegiatan generasi milenial dan Gen Z, dan seminar di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.  Gerakan koperasi, kata Kambara, perlu mendorong pemerintah memasukkan pelajaran koperasi dalam kurikulum pendidikan mulai sekolah TK hingga Perguruan Tinggi.   

Kambara menambahkan, ke depan koperasi akan tetap relevan dalam setiap situasi dan kondisi. “Koperasi sangat relevan, karena bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama dan tolong menolong,” pungkas Kambara. (Kur)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate