hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Gerakan Koperasi Berduka: Bang Haji Irsyad Pergi Saat Sejarah Sedang Dirajut

Gerakan Koperasi Berduka: Bang Haji Irsyad Pergi Saat Sejarah Sedang Dirajut
Sesmenkop Ahmad Zabadi saat menerima Buku 100 Koperasi Besar Indonesia dari Irsyad Muchtar, penulisnya yang juga Pemimpin Umum Peluang Media Group/dok.Peluangnews

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

PeluangNews, Jakarta – Gerakan koperasi Indonesia kehilangan salah satu penjaga ingatannya. Bang Haji Irsyad berpulang di saat gagasan-gagasan besarnya tentang merawat sejarah dan memperkuat masa depan koperasi justru sedang dirajut dengan penuh kesungguhan. Kepergiannya terasa begitu mendadak—karena pada 10 Februari 2026 lalu, ia masih berdiri tegak memimpin agenda penghargaan koperasi ekspor dan UMKM nasional di Auditorium Kementerian Koperasi, berbicara tentang keberlanjutan dan masa depan ekonomi rakyat.

Kesaksian itu disampaikan oleh Ahmad Zabadi, Sekretaris Kementerian Koperasi, yang mengaku masih intens berkomunikasi dengan almarhum seusai acara tersebut. Diskusi mereka tak sekadar seremonial, melainkan menyangkut agenda besar: mendorong, merawat, dan mendokumentasikan perkembangan gerakan koperasi nasional secara lebih sistematis.

Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah kunjungan ke Pulau Natuna untuk menelusuri jejak sejarah Koperasi Al-Hamadi, koperasi yang berdiri sejak 1906 dan diyakini sebagai salah satu yang tertua di Indonesia.  Dengan wilayah kerjanya meliputi Provinsi Kepulauan Riau dan memiliki usaha yang sudah berjalan lebih dari 100 tahun di Singapore hingga saat ini.

Baca Juga: Irsyad Muchtar Raih Penghargaan Satyalencana Wirakarya

Tahun lalu, saya mendapatkan bukti otentik tentang Koperasi Al-Hamadi dari buku laporan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sejak tahun-tahun awal berdiri, masih dalam tulisan Arab Melayu (pagon) tanpa harakat, di Perputakaan Raja Ali Haji Pulau Penyengat Kepulauan Riau. Bahkan, bertemu langsung dengan salah satu anggota Koperasi Al-Hamadi yang baru saja menerima SHU (melalui transfer, tidak bisa hadir lamgsung RAT di Natuna, karena letaknya yang jauh, harus menempuh perjalanan dengan kapal laut selama 2 hari (sedikitnya 31 jam jika cuaca baik).

Bang Haji Irsyad ingin memastikan sejarah koperasi tidak hilang ditelan zaman—bahwa akar ekonomi rakyat ini tetap tercatat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Namun takdir berkata lain. Di saat sejarah itu sedang dirajut, sang perajut justru dipanggil pulang.

Warisan Moral bagi Gerakan Ekonomi Rakyat

Bang Haji Irsyad dikenal sebagai sosok dedikatif dan istiqamah dalam mengawal gerakan koperasi nasional. Ia bukan hanya pemimpin media, tetapi juga penjaga nilai dan sejarah ekonomi kerakyatan.

Kepergiannya meninggalkan warisan moral yang kuat: bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan sosial-ekonomi yang harus dirawat lintas generasi.

Semoga pengabdian Bang Haji Irsyad menjadi amal jariah yang terus mengalir dan menghantarkannya pada tempat terbaik di sisi Allah SWT. Gerakan koperasi Indonesia akan selalu mengenang dedikasinya. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate