Profesionalitas, inovasi, dan internalisasi nilai-nilai syariah merupakan kunci utama keberhasilan Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group menjadi lembaga yang dipercaya anggota dan masyarakat.

Sejumlah pihak menaruh harapan besar pada Holding Koperasi BMT NU Ngasem sebagai mesin penggerak ekonomi sekaligus perekat sosial anggota serta masyarakat di Bojonegoro dan sekitarnya. Ini lantaran koperasi besar berprestasi itu memiliki lini usaha lengkap terintegrasi untuk merespons kebutuhan publik yang beragam.
Untuk diketahui, Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group yang dipimpin Mohammad Wahyudi itu menjalankan empat pilar usaha utama. Pertama, unit simpan pinjam dengan ATM 24 Jam, BMT NU Ngasem Link, BMT NU Ngase Institute, Perpustakaan Digital, Baitul Maal, dan lain-lain.
Kedua, sektor produsen yang meliputi produksi air minum dalam kemasan yang sudah distribusi ke Jawa Tengah dan Jawa Timur; foodcourt, catering, dan lalin-lain. Ketiga, sektor konsumen melalui pengembangan online shop Swalayan NU, ritel swalayan NU, dan distribution centre (DC).
Keempat, sektor jasa yang memiliki banyak bisnis di dalamnya: guest house (hotel syariah), penyewaan ballroom, kafe, kolam renang, play ground, gym, refleksi ajab dan ajaib; bekam putra dan putri; rumah cantik, salon muslimah, barbershop keren, percetakan, tour and travel, dan lain-lain. Serta, Koperasi Sekunder (Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group).
Lini usaha yang beragam dengan dukungan lebih dari 120 ribu anggota itu membuat kagum Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah. Dalam pembukaan RAT ke-14 Tahun Buku 2025 yang digelar 8 Februari 2026 di Bojonegoro, Jawa Timur, Wamenkop Farida yang hadir langsung berharap BMT NU Ngasem Group dapat menjaga kepercayaan anggota dan masyarakat.
“Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group sudah berhasil menjadi koperasi besar skala nasional karena dipercaya. Tolong jaga kepercayaan ini agar citra koperasi semakin baik,” ujar Wamenkop Farida.
Selain Wamenkop, acara RAT tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, para pegiat perkoperasian dari Forum Koperasi Indonesia, serta sekitar 500 anggota BMT NU Ngasem Group yang memadati Ballroom KH Hasyim Asy’ari.
Kekuatan utama koperasi terletak pada kerja sama dan semangat gotong royong, sehingga jumlah anggota menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Oleh karenanya, besarnya dukungan anggota harus diimbangi dengan pengelolaan yang profesional dan berintegritas agar anggota semakin percaya dengan koperasi.
Farida menambahkan, keberhasilan Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group menjadi koperasi skala nasional, tidak lepas dari perjuangan gigih dan sikap pantang menyerah Mohammad Wahyudi yang merintis koperasi ini sejak 2012.
“Koperasi perlu memiliki lebih banyak tokoh seperti Pak Wahyudi, yang meyakini bahwa usaha bersama dan gotong royong pada akhirnya harus membawa maslahat bagi umat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wahyudi berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan dari anggota dan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang profesional berlandaskan syariah. Selain itu, akan terus mengembangkan inovasi produk dan layanan dengan dukungan transformasi digital untuk memenuhi kebutuhan anggota yang semakin beragam. “Inovasi produk dan layanan serta konsistensi dalam melaksanakan nilai inti BMT NU Ngasem Group menjadi kekuatan kami untuk tumbuh berkelanjutan,” ujar Wahyudi.
Menilik rekam jejak Wahyudi dalam memimpin BMT NU Ngasem Group, komitmen tersebut bukan hiasan bibir belaka. Ini dibuktikan dengan keberhasilan mengembangkan usaha dari yang awalnya hanya bermodalkan Rp67 juta, kini memiliki aset ratusan miliar.
Wahyudi juga sukses melakukan penetrasi pasar dengan mengembangkan 34 kantor cabang yang tersebar di empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Bojonegoro, Lamongan, Tuban, dan Ngawi. Kantor pusatnya pun berdiri megah di Bojonegoro sebagai simbol koperasi modern dan profesional.
Sejalan dengan kinerja operasional dan keuangan yang ciamik, Holding Koperasi BMT NU Ngasem Group juga menunjukan kepedulian sosial tinggi. Ini sejalan dengan agenda global dalam pilar keberlanjutan yang salah satunya menekankan penguatan aspek sosial, selain lingkungan dan tata kelola.
Melalui Baitul Maal BMT NU Ngasem Group, Wahyudi dan jajarannya kembali menghadirkan Program Santunan 1000 Dhuafa sebagai wujud nyata dalam memperkuat kepedulian sosial dan pemberdayaan umat. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan, terutama bagi kaum dhuafa.
Kesuksesan BMT NU Ngasem Group menjadi koperasi yang terpercaya memberikan inspirasi bahwa profesionalitas yang dipadu dengan integritas berlandaskan nilai syariah dapat memberikan maslahat bagi umat. Kepercayaan anggota dan masyarakat menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. (Kur).





