Diisi oleh para pemateri berpengalaman, sebanyak 30 orang anggota Koperasi BMI antusias mengikuti kegiatan pelatihan yang dinilai sangat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.
Era digital menyediakan ruang demokratisasi ekonomi yang besar bagi setiap pelaku usaha. Salah satunya melalui pemanfaatan platform perdagangan digital (e-commerce) yang kini semakin mudah diakses. Untuk itu, Koperasi BMI menggelar pelatihan e-commerce dan kelas memasak secara gratis bagi anggotanya, di Kafe Kopi Rindoe Benteng, Gerai Tangerang Gemilang, Cikupa, Tangerang, pada 13 April 2022.
Acara pelatihan tersebut diikuti oleh 30 anggota Koperasi BMI yang dibuka oleh Presiden Direktur Koperasi BMI Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara. Acara juga dihadiri oleh Wakil Presiden Koperasi BMI Radius Usman, Pengawas Operasional Kopsyah BMI Bagus WD Wicaksono dan Manajer Pemberdayaan Anggota Muhammad Suproni. Kegiatan ini didukung oleh Divisi Event Organizer dan Divisi Diklat Koperasi Jasa Benteng Mandiri Indonesia (Kopjas BMI).
”Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan anggota. Oleh karena itu, peserta agar serius mengikuti acara ini agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan para praktisi berpengalaman,’ ungkap Kambara.
Di pelatihan E-Commerce, pematerinya adalah dua pengelola Barikna Shop yakni Habib Musthopa dan Ismail. Barikna Shop merupakan toko oleh-oleh haji dan kurma yang juga Mitra Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (Kopmen BMI). Pemateri menyampaikan keunggulan e-commerce yang dapat memperluas pangsa pasar dari produk yang dihasilkan oleh anggota. Selain itu, juga mengajak para peserta untuk membentuk grup reseller bersama untuk menambah pendapatan.
Sementara kelas pelatihan memasak dibawakan oleh Afrizal, anggota Kopsyah BMI asal Sukadiri. Pria yang sudah 15 tahun malang-melintang di dunia bakery memberikan trik baru dalam membuat kue lebaran seperti nastar dan bolu gulung agar semakin lezat dan menarik untuk dilihat. Peserta tampak antusias menyimak teknik-teknik baru dalam membuat kue.
Kambara juga mengingatkan agar anggota yang memiliki usaha untuk tetap menjaga kualitas produk dan Amanah. ”Untuk para anggota BMI, jangan lupa menjaga kebersihan, kualitas produk dan yang terpenting harus jujur dalam berbisnis,” ungkapnya.
Tak lupa, Kambara juga berpesan agar anggota senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan kelancaran dalam berdagang. Prinsip keimanan ini penting karena di lapangan masih banyak ditemukan adanya praktik-praktik berdagang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Selama ini Koperasi BMI menanamkan pengetahuan kepada anggota tentang tujuh ajaran ekonomi syariah yakni keuntungan dunia dan akhirat, amanah, peduli orang lain, jujur, qanaah, bersyukut dan tidak zalim.
”Tujuh ajaran ekonomi ini membuat BMI gampang kepada anggota di tengah pandemi sekarang dan usahanya tutup, maka di BMI boleh tidak bayar. Bahkan sampai bangkrut dan anggota menyerah, itu kita sedekahkan sesuai ajaran Islam. Inilah yang membuat BMI semakin besar dan dicintai anggotanya, “ pungkas Kambara.





