hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Gelar Diklat Manajer Cabang

Penyelenggaraan diklat yang diikuti oleh 100 peserta ditujukan untuk meningkatkan kesolidan tim. Peserta juga diminta untuk meniru cara berpikir orang sukses dengan fokus pada pencapaian target.

Kualitas sumber daya manusia merupakan harga yang tidak bisa ditawar bagi Kopsyah BMI. Oleh karenanya, koperasi besar sarat prestasi itu terus menggenjot peningkatan kompetensi SDM di semua level mulai dari staf lapang, asisten manajer sampai manajer cabang yang salah satunya melalui penyelenggaraan pendidikan dan latihan (diklat).  

Kopsyah BMI menggelar diklat untuk manajer pada 7 – 8 November 2022 di Istana Nelayan Hotel, Jatiuwung Kota Tangerang, Banten. Kegiatan diklat diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari cabang Kopsyah BMI. Selain untuk semakin meningkatkan kualitas manajer, diklat juga bertujuan untuk membangun kebersamaan sekaligus evaluasi atas capaian tahun berjalan.

Direktur Utama Kopsyah BMI sekaligus Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara atau biasa disapa Kambara mengungkapkan diklat manajer merupakan agenda rutin yang dilakukakan Kopsyah BMI untuk penyegaran wawasan manajer dan menguatkan soliditas. “Kami rutin menyelenggarakan diklat mulai dari staf lapang sampai dengan manajer untuk meningkatkan soliditas dan kompetensi karyawan,” ujar Kambara di sela-sela acara diklat.

Tokoh koperasi itu juga mewanti-wanti agar manajer cabang berpikir sukses. Orang sukses, kata Kambara, adalah orang yang memikirkan pekerjaan sendiri. Sedangkan orang gagal adalah mereka yang membicarakan pekerjaan orang lain. Oleh karenanya, setiap manajer cabang diminta fokus mengurus cabangnya masing-masing.  

“Sibukkan diri dengan membicarakan target cabang sendiri, jangan terkecoh untuk membicarakan orang lain. Kalian harus sibuk mengejar target dan bukan mengurusi kerjaan orang lain,” ujarnya.

Sementara Manajer SDM Kopsyah BMI Akhmad Jauhari, atau biasa disapa Jo menambahkan, program diklat manajer dilaksanakan oleh Kopsyah BMI itu merupakan agenda tahunan. Namun karena beberapa tahun lalu tidak dimungkin dilaksanakan secara tatap muka karena pandemi. Seiring dengan pelonggaran mobilitas, maka pada tahun ini diklat bisa dilaksanakan secara luring.

“Melalui keikusertaan para manajer dalam diklat ini diharapkan semakin solid untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” ungkap Jo.

Untuk meningkatkan motivasi para peserta, panitia menghadirkan motivator Asep Ridrid Karana. Dalam materinya, ia antara lain mengulas materi tentang leadership. Menurut Asep Ridrid, secara umum terdapat tiga tipe manusia dalam konteks ketenagakerjaan yaitu pekerja, pejuang, dan penjahat.  

Pekerja adalah orang yang hanya melakukan sesuatu karena mengharapkan imbalan dan keuntungan. Ia akan berhenti beraktivitas apabila tidak ada imbalan yang bisa didapat. Sementara tipe pejuang adalah orang yang ingin berjuang, bekerja, dan beraktivitas untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik sepenuh hati.

Tipe terburuk adalah penjahat yaitu mengorbankan orang lain dan perusahaan untuk kepentingan diri sendiri. Tipe ketiga inilah yang menjadi virus dalam perusahaan dan harus dihindari oleh setiap karyawan. Asep mendorong agar manajer menjadi pejuang untuk semakin membesarkan usaha Kopsyah BMI. (Kur).

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate