hayed consulting
hayed consulting
octa vaganza

Gai Suhardja, “Indonesia Punya Peluang Jadi Tuan Rumah World Expo 2030”

BANDUNG—Indonesia ditetapkan menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif Bureau International des Expositions (BIE) periode 2019-2021 pada 27 November 2019 membuka kesempatan  berperan mengawasi dan mengatur pameran internasional, antara lain World Expo (Pameran Dunia), Specialized Expo, Horticultural Expo, dan Triennalle de Milano. 

Kementerian Perdagangan menjadi wakil Indonesia pada komite eksekutif BIE mengusulkan Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah pameran internasional yang dinaungi BIE.

Salah satu anggota dari  konsorsium Pentahelix ( 5 Unsur yakni: Pemerintah, Pengusaha, Komunitas, Universitas, Media  dan staf pengajar Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Maranatha Gai Suhardja memberi usulan agar tempat perhelatan itu di ibu kota Kaliman Timur. Gai dan teman-temannya mengagas waktu yang tepat 2030.

Menurut alumni Faklutas Seni Rupa dan Desain ITB, serta Administrasi Bisnis Universitas Glendale, Kalifornia, Ameia Serikat ini  Indonesia yang sebenarnya sudah dinilai pengamat ekonomi global sebagai satu dari 5 negara ekonomi maju  pada masa mendatang, sekalipun ikut terdampak pandemi Covid-19.

Hanya saja  pria kelahiran Bandung  27 September 1954 menyebutkan Pameran Dunia 2030 ini bukan dengan stand dan tenda melainkan dengan gedung pencakar langit yang dimiliki investor dari peserta setiap negara bangsa dunia degan fungsi sesuai pilihan perencanaan kawasan,” paparnya.

Berikut wawancara Gai yang juga juga terlibat dalam Tim Pentahelix dengan Peluang melalui surat elektronik, Sabtu (18/7/20).

Apa artinya menjadi Tuan Rumah World Expo?

Sejarah Pameran Dunia (World Expo) dimulai oleh Ratu Victoria pada tahun 1851 di Inggris (tema Industry of all nations), sukses pameran budaya bangsa negara negara peserta menjadi keinginan untuk berlanjut diadakan secara bergiliran oleh negara yang siap dan bersedia menjadi tuan rumah penyelenggara pameran dunia.

World Expo sudah menjadi ukuran, bahwa penyelenggara adalah negara yang sudah maju dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. World Expo sejak saat itu di tawarkan dalam kurun waktu setiap 5 tahun, jadi hingga kini sudah  sekian banyak negara yang mengadakan World Expo.

Apa manfaat yang akan dipetik bagi Indonesia?

Manfaat bagi negara penyelenggara World Expo tak lain adalah demi meraih percepatan kemajuan teknologi ilmu pengetahuan budaya , tentu saja faktor politik sosial dan ekonomi merupakan sekian banyak yang berdampak bagi pemerintahan maupun bagi masyarakat banyak.

Bgeiut juga dengan sektor perdagangan, industri, pendidikan, kesenian kebudayaan serta ilmu pengetahuan. Sebab bagaimanapun penyelenggara akan memperoleh pertukaran berbagai bidang, transfer teknologi merupakan salah satu yang dapat diraih negara dan bangsa.

Setiap negara penyelenggara layak mengajukan tema yang akan dipertimbangkan oleh event organizer yang berpusat di negara Perancis (BIC). Setiap negara yang hendak menjadi tuan rumah akan ditinjau oleh pihak Event Organizer Internasional World Expo, apakah sudah memenuhi syarat sebagai tuan rumah.

Seperti apa syaratnya?

Tuan rumah memiliki kawasan yang dapat dipersiapkan untuk berpameran internasional. Keamanan, keadilan kemanusiaan, kemajuan etis dalam bisnis dan perdagangan, mempunyai infrastruktur yang dipersiapkan bagi suatu pameran besar yang bukan hanya sepekan melainkan setahun penyelenggaraan.

Contohnya?

Luas area yang pernah disediakan untuk World Expo Shanghai 2010  adalah 100 Ha, dalam tempo 5 tahun kawasan tersebut sudah siap menjadi sebuah kawasan kota satelit Shanghai yang amat modern. Setelah 10 tahun Shanghai World Expo sudah menjadi kota dengan gedung gedung pencakar langit dan infrastruktur jalan laying serta sistem digitalisasi disegala sektor.

Mereka mempunyai thema Better Life, Better City, sangat berkelanjutan karena dirancang dengan konsep hijau dalam perhitungan renewable energy serta sistem kota terpadu dalam lingkungan hidup, dengan solusi masalah sampah dan problema transportasi yang sudah terpadu, sehingga menjadi kota contoh bagi dunia. Sedangkan mereka yang berada di sana adalah datang dari berbagai negara dan bangsa beraktivitas secara internasional dalam kemakmuran dan kesejahteraan.

Tim Pentahelix sempat presentasi di hadapan Wali kota Shanghai dan konsorsium pengusaha setempat. Mereka siap investasi untuk mewujudkan bersama karena mereka berpengalaman Shanghai World Expo 2010. Dari situ kami menggagas diadakannya penyelenggaraan pameran dunia  di Indonesia untuk waktu 2030 yang akan datang.

Anda optimis Indonesia mampu?

Ya, karena saat ini Indonesia sudah memiliki tanda tanda menjadi negara maju, para ahli mengamati bahwa Indonesia akan mencapai tingkat 5 negara termaju dalam tingkat ekonomi kesejahteraan dalam kurun waktu 2030 mendatang.

Dengan kepemimpinan negara yang sekarang ini Presiden Republik Indonesia Jokowi dan wakil Presiden Prof. K.H.Ma’ruf Amin kiranya tepat mengambil langkah merencanakan Pameran Dunia di Kalimantan sejalan dengan rencana program pemerintah pindah ibukota negara RI dari Jakarta ke Kalimantan, karena tentu tak sedikit rencana investasi pendanaan bagi pemindahan ibukota negara RI .

Apa yang dikaji Tim Pentahelix?

Tim Pentahelix dalam kajian menengarai bahwa dengan program rencana World Expo 2030 bila jadi instruksi Presiden dan penunjukan leading sector untuk menangani bersama Bappenas selaku perencana master plan pemindahan ibu kota negara RI ke Kalimantan akan sempat di rancang pula bagaimana proposal World Expo 2030 dapat menarik investasi negara negara asing para negara sahabat sekitar 400 negara dapat diundang untuk menjadi peserta pameran budaya bangsanya.

Setiap negara dapat menginvestasikan tak kurang antara 500 milyar hingga 2 trilliun rupiah  membangun kepentingan sektor yang dipilihnya di kawasan yang disediakan Indonesia pada Ibu kota baru di Kalimantan.

Investor memperoleh keuntungan karena berhak mendapat konsesi lahan selama 20 hingga 40 tahun untuk usaha mereka dan pada waktunya dikembalikan kepada hak negara RI untuk melanjutkan kiprah usaha yang menghasilkan bagi negara.

Bagi Masyarakat luas?

Masyarakat mempunyai peluang meraih peningkatan ekonomi bagi masyarakat luas. Dapat diperkirakan bahwa pembangunan infrastruktur, jalan, gedung, dan segala fasilitas umum usaha jasa dan produk menjadi kebutuhan pembangunan persiapan acara World Expo tersebut.

Waktu pembangunan 5 hingga 10 tahun merupakan saat yang layak bagi pertumbuhan usaha  pada masa new normal, prosedur yang baru dengan teknologi digital akan menjadi transfer teknologi dan pesatnya informasi bagi kemajuan bangsa.

Menurut Astra Group yang setiap kurun waktu Indonesia diundang mengisi pavilliun di suatu pameran dunia, senantiasa Astra Group yang menghandle dari mulai desain hingga pendanaan awal sebagai dukungan terhadap pemerintah RI.

Pada 2025  mendatang World Expo diadakan di Jepang. Indonesia perlu segera mengambil keputusan karena pada akhir 2020 event organizer di Perancis akan menentukan World Expo 2030 sesuai yang memenuhi persyaratan.  

Menurut jadwal Expo 2020  di Dubai daerah Menasa, mereka memilih tema: Connecting minds  Creating the future lalu World Expo Expo 2025 akan diadakan di Japan  kota Osaka dengan tema:Designing  Future  Society for Our Lives, dan usulan tim Pentahelix dengan surat kepada Presiden RI Joko Widodo  supaya World Expo 2030 diadakan di ibukota yang baru di Kalimantan Tengah   dengan Indonesia World Expo dalam tema:  Unity in Diversity.

Mengapa mengusulkan tema Unity in Deversity?

Mempersatukan dunia di tengah dampak pandemi Covid-19 bagi ekonomi dunia, karena Indonesia yang majemuk ditambah keragaman bangsa negara dunia dapat bersatu dalam damai demi martabat manusia.

Percepatan pembangunan Ibu kota negara RI akan terealisasi oleh investasi negara-negara sahabat, dengan pertukaran  yang berarti bagi mereka juga.Menurut info terakhir Biro Internasional Expo juga menunda Dubai Expo 2020 karena pandemi. Maka selayaknya Indonesia mulai mempersiapkan diri untuk 2030.

Bila rencana World Expo 2030 ini jadi mendapatkan persetujuan Presiden RI Joko Widodo yang sekarang yang sedang bekerja 2019 hingga 202. Kelak Presiden berikut segera melihat kenyataan kesuksesan yakni 2025-2030. Kemudian bangsa bangsa dunia akan memperoleh kesempatan emas untuk saling berinvestasi di Indonesia karena itu kemakmuran bangsa teraih, Indonesia 2045 sungguh akan menjadi Indonesia Emas. (van).

pasang iklan di sini