hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Fitria Nahdi, Kerajinan Permatanya Berkibar di Usia Senja

JAKARTA—Tidak ada kata terlambat untuk berwirsauaha, kata Fitria Nahdi. Perajin perhiasan dengan label Nahdi Jewerly ini memulai usahanya pada usia 55 tahun dan kini sudah berjalan 12 tahun.

Perempuan kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, 6 Juni 1954 memiliki gerai di Kota Kasablanca, Jakarta Selatan, menawarkan aksesoris bernuansa etnik menjadi tren dan banyak digemari wanita.

Aksesori yang ditawarkan mulai kalung, gelang, anting, hingga liontin, yang terinspirasi oleh kekayaan etnik Nusantara dari Sabang sampai Merauke, acapkali meramaikan Pameran dalam berbagai Kota di Indonesia.

“Tidak ada kata terlambat untuk mulai usaha, daripada di usia senja kita tidak melakukan apa-apa, kalau begini selain kita enjoy menyalurkan hobi, dapat uang, sangat menyenangkan,” ujar ibu dari dua putra dan satu putri ini dalam keterangan tertulisnya di laman Pertamina, Jumat (19/3/21).

Ia juga mengungkapkan jika produk buatannya memiliki makna dan cerita batu dari seluruh nusantara, bahkan ada beberapa produk yang berkaitan dengan sejumlah negara ataupun benua di Dunia.

Fitria mengaku perharinya dia bersama beberapa karyawannya mampu memroduksi hingga 50 set perhiasan.

Sementara perhiasan yang dia hasilkan itu dipasarkan dengan harga bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga di atas Rp5 juta. Produk yang mahal biasanya menggunakan bahan-bahan tertentu seperti bebatuan yang langka.

Sampai saat ini Nahdi Jewelry memproduksi secara manual mulai dari pemasangan batu, merangkai, sampai menjadi sebuah perhiasan etnik Indonesia. Meski tengah kesulitan memasarkan produknya di tengah wabah, melalui program kemitraan Pertamina, Fitria merasa terbantu sekali.

Biasanya dia memasarkan pameran ke pameran, tapi pameran itu mahal sekali, bisa sampai 20 juta untuk sekian hari. Akhirnya Fitria menjadi binaan Pertamina.

“Mulai diajak pameran kemana-mana, terbuka relasi-relasi baru, dan ketika pandemi melanda tahun lalu, kita diberikan pelatihan UKM Academy yang sangat bermanfaat, di mana disini banyak materi mengenai ekspor, sangat berguna untuk persiapan ke depannya,” tutur Fitria.

Semenjak bergabung menjadi binaan Pertamina pada  2018 lalu, Fitria mengaku banyak perubahan besar yang terjadi. Mulai dari peningkatan omzet hingga 2-5 kali lipat sampai membuka peluang lapangan pekerjaan. Ia merekrut banyak ibu rumah tangga yang membutuhkan pekerjaan.

“Kami berharap usaha ini masih bisa terus berkembang lagi untuk memberikan manfaat bagi sesama dan menjadi contoh bagi generasi muda tanah air untuk tetap berusaha meski usia sudah mulai senja,” pungkas pengusaha yang pernah ikut pameran di Jepang, Australia dan Selandia Baru.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate