
PeluangNews, Jakarta – Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI, Senin (26/1/2025).
Keponakan Presiden Prabowo Subianto yang akrab disapa Tommy itu berjanji bakal serius mengemban tugas barunya di bank sentral itu.
Dia meyakinkan publik siap menjalankan tugas di Bank Indonesia yang menuntut independensi sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 1999, yang diperkuat oleh UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Pertama undang-undang independensi Bank Indonesia itu sangat kuat. Kedua, saya melalui semua proses yang harus dilakukan berdasarkan undang-undang itu,” ujarnya.
Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih melalui proses uji kelayakan dan kepatutan. Dia menyingkirkan dua kandidat lainnya, yakni Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono.
Menurut Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, keputusan itu merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh fraksi dalam rapat internal, tanpa adanya catatan.
“Semua secara musyawarah mufakat. Tidak ada catatan sama sekali, banyak catatan yang masuk justru sangat positif,” kata politikus Partai Golkar yang berasal dari partai koalisi pemerintah itu di kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Misbakhun mengatakan meskipun belum punya rekam jejak di sektor moneter, anggota dewan percaya bahwa Thomas bisa mengkombinasikan pengalamannya di bidang fiskal.
“Jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia itu adalah jabatan kolektif kolegial di dalam sebuah forum Dewan Gubernur. Jadi menurut saya pengalaman di monetary policy itu bisa diperkuat ketika Pak Thomas itu mempunyai pengalaman di fiscal policy. Jadi saling melengkapi,” ucap dia.
Saat ditanya statusnya sebagai kader Partai Gerindra, Tommy mengaku telah meninggalkan partai ini sebelum proses seleksi Deputi Gubernur Bank Indonesia dilakukan DPR.
Artinya, dia kini tidak lagi berstatus sebagai anggota partai yang didirikan Prabowo tersebut.
“Maret 2025 saya sudah tidak menjadi bendahara umum. Nah, pada 31 Desember 2025 saya keluar dari keanggotaan Gerindra,” ujar Tommy di kompleks DPR, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Sebelumnya diberitakan, munculnya nama Thomas Djiwandono menarik perhatian publik lantaran yang bersangkutan terikat hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmj Dasco mengatakan munculnya nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI bukan usulan dari Presiden Prabowo, melainkan dari Gubernur BI.
“Presiden meneruskan surat gubernur BI itu kepada DPR untuk dilakukan fit and proper test. Jadi usulan nama-nama itu bukan dari Presiden tetapi dari Gubernur BI yang mencari pengganti dari deputi yang mengundurkan diri,” jelas Dasco di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2025).[]








