hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
UMKM  

Fevi Sulap Rempah Jadi Minuman Kekinian Tembus Hotel dan Siap Go Global

Fevi Mulyani. Foto: Ratih/Peluang
Fevi Mulyani. Foto: Ratih/Peluang

PeluangNews, Jakarta-Sejak kecil, Fevi Mulyani terbiasa dipaksa minum jamu oleh orang tuanya. Rasa pahit dan aroma rempah yang kuat sering membuatnya enggan. Namun, dari pengalaman itulah justru lahir ide bisnis yang kini membawanya melangkah ke pasar hotel dan bersiap menembus mancanegara.

“Saya dari kecil memang disarankan orang tua untuk minum jamu. Lama-lama kan enek juga kalau minum jamu terus,” kata Fevi, saat ditemui PeluangNews, di acara Meet The Market, di Smesco, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berangkat dari keresahan itu, Fevi mulai berpikir bagaimana caranya agar jamu bisa kembali disukai masyarakat, terutama generasi muda.

Ia pun berinovasi mengubah cita rasa jamu menjadi lebih modern tanpa menghilangkan khasiatnya. Sejak 2021, ia memproduksi aneka minuman dan makanan berbasis rempah dengan delapan varian rasa, dengan brand Re’ Resuki.

Produk unggulannya antara lain kopi rempah, susu rempah, wedang rempah, kopi susu rempah, mengkudu rempah, kunyit rempah, cokelat rempah, hingga kopi cokelat rempah. Semua diracik dari rempah asli Indonesia tanpa bahan pengawet dan tanpa bahan kimia tambahan.

Di awal produksi, Fevi menghadapi berbagai tantangan. Produk cair buatannya sempat diprotes karena mengandung ampas.

“Waktu itu ada yang komplain, kenapa ada ampasnya? Kalau tidak ada ampasnya bagaimana?” tuturnya.

Ia pun mencoba memproduksi tanpa ampas, namun ketahanannya menjadi lebih singkat.

Tak menyerah, Fevi terus bereksperimen hingga akhirnya mengembangkan produk dalam bentuk serbuk agar lebih praktis dan tahan lama.

“Setiap pembuatan itu selalu gagal. Dari kegagalan itulah kita belajar,” ujarnya.

Kini, dalam waktu enam jam produksi, ia mampu menghasilkan sekitar 56 kemasan per hari. Namun untuk proses dari bahan baku hingga menjadi bahan setengah jadi, dibutuhkan waktu hingga dua minggu.

Soal ketahanan produk, Fevi sudah melakukan uji laboratorium. Varian susu rempah yang paling rentan basi justru mampu bertahan hingga satu tahun. “Alhamdulillah, susu saja bisa sampai satu tahun. Berarti kopi dan lainnya bisa lebih dari satu tahun,” ungkapnya optimistis.

Perjalanan bisnisnya semakin berkembang setelah produknya masuk ke Semesko dan menjalin kerja sama dengan sejumlah hotel. Salah satunya adalah Swiss-Belinn di Tangerang yang rutin melakukan repeat order setiap bulan.

Selain itu, produknya juga tersedia di hotel Aston serta sejumlah titik pemasaran seperti DPRD Tangerang Selatan, Kementerian Koperasi, pusat oleh-oleh Fit 88, dan berbagai warung.

Untuk pasar luar daerah, pemesanan dilakukan berdasarkan sistem pre-order. Fevi bahkan pernah mengirim 40 paket ke Bali. Ke depan, ia berencana mengikuti expo bersama Smesco dengan target pasar Jerman dan Eropa. Ia juga telah menjajaki komunikasi dengan Malaysia.

Harapannya sederhana namun besar maknanya, membawa rempah Indonesia mendunia.

“Harapan saya produk ini bisa diangkat sampai ke luar negeri. Bukan hanya di Indonesia. Kita ingin mengangkat budaya rempah-rempah Indonesia. Dan semua bahan yang kita pakai asli 100 persen dari Indonesia,” tegasnya.

Di tangan Fevi, rempah tak lagi identik dengan rasa pahit masa kecil. Ia menjelma menjadi minuman hangat penuh cerita, cita rasa, dan kebanggaan akan kekayaan alam Nusantara.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate