PALEMBANG—Di mana ada masalah pasti ada solusinya. Erwin Ariadi, pemilik UMK Saqilla Design yang bergerak di bidang garmen ini seperti para pengusaha lainnya terdampak pandemi Covid-19.
Dia tahu bahwa umumnya pengusaha garmen beralih ke pembuatan masker, namun karena sudah banyak, maka UKM yang berbasis di Palembang ini harus memberikan sesuatu yang lain.
“Kami berpikir bagaimana caranya ikut mencegah penyebaran virus tapi usaha saya dapat terus berjalan. Buat masker solusinya,” ujar Erwin dalam keterangan persnya, Minggu (28/2/21).
Dengan kreativitas yang dimiliki, Erwin tidak hanya menghasilkan masker yang sesuai aturan, namun dengan tampilan yang menarik. Kreativitasnya terletak di masker yang dipadukan dengan motif kain jumputan khas Palembang. Permintaan masker kain produknya pun lambat laun makin bertambah.
“Kami pernah mendapatkan pesanan masker sebanyak 10 ribu, dan bahkan hingga 20 ribu potong masker kain,” ungkap dia.
Jurus ini membuat usahanya pun kembali bangkit dan seketika menjadi UMKM naik kelas. Beberapa karyawannya kini bisa kembali bekerja.
Dia menyebutkan, saat ini ada sembilan karyawan yang berposisi sebagai penjahit masker. Jika memang ada kelebihan permintaan, Erwin memutuskan untuk menjalin kerja sama kemitraan dengan pengusaha penjahit lain yang kebetulan sedang lowong.
Hal ini pun membawa efek domino di mana ia dapat menyelamatkan usahanya sendiri dan ikut membantu orang lain. Sebagai bentuk implementasi ESG dibidang sosial dan SDGs poin ke-8 yakni menyediakan pekerjaan yang layak dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sejak bergabung menjadi mitra binaan Pertamina pada 2018 silam, banyak perubahan yang ia rasakan. Seperti adanya penambahan karyawan yang semula hanya 1 orang, hingga omzet yang naik menjadi Rp80 juta per bulannya.
Untuk pemasaran, Erwin mengandalkan penjualan butik di Jalan Merdeka No. 3C Palembang, selain penjualan secara daring.








