hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Indonesia Telah Swasembada Beras, Harga di Pasaran Tetap

Ilustrasi beras.
Ilustrasi: Beras/Dok.Ist

PeluangNews, Jakarta – Indonesia telah mencapai swasembada beras. Benarkah demikian?

Menurut Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras berdampak langsung pada penurunan harga beras di pasar global hingga 44%.

Lantas bagaimana dengan harga beras di Indonesia? PeluangNews yang melakukan pemantauan di lapangan melihat harga beras di pasaran masih belum berubah alias tetap sama.

Contoh, harga beras termurah di kisaran Rp60.000 per 5 Kg hingga Rp75.000 per 5 Kg.

Feri, 50, pedagang beras di tokonya, di Sukamaju, Cilodong, Depok, mengungkapkan bahwa bila Indonesia sudah swasembada beras, pemerintah seharusnya menurunkan harga beras serendahnya di dalam negeri.

Pemerintah jangan hanya fokus melihat dampaknya pada penurunan harga beras di pasar global. Tetapi dampaknya terhadap harga di dalam negeri tidak diperhatikan.

“Kalau Indonesia sudah swasembada beras yang bagus dong, artinya beras di negara kita melimpah. Logikanya kan harga berasnya menjadi murah agar bisa mengurangi beban masyarakat,” kata Feri, Kamis (8/2/2026).

Amran Sulaiman saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), mengatakan akibat swasembada beras, “Dampak positifnya, harga pangan (beras) dunia turun dari US $650 AS per metrik ton menjadi US $340 per metrik ton. Turun 44%.

Menurut Amran, keputusan Indonesia menghentikan impor beras membuat pasokan beras dari negara-negara eksportir menumpuk di pasar internasional. Kondisi itu turut menekan harga global.

“Inilah hasil karya petani Indonesia di panggung internasional, sehingga karya petani Indonesia dinikmati dunia hari ini. Inilah puncaknya kebahagiaan petani,” kata dia.

Amran mengatakan, kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto telah menjadikan petani Indonesia berkontribusi secara tidak langsung terhadap stabilitas pasar beras dunia.

Selama bertahun-tahun, Indonesia kerap mengimpor beras untuk menutup kekurangan produksi dalam negeri. Namun, berkat kebijakan yang berpihak kepada petani, produksi beras nasional melonjak signifikan. Stok awal tahun 2026 tercatat mencapai 3,25 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

“Saat ini tidak ada impor, itu secara otomatis barang melimpah di luar. Vietnam, Thailand, India, Pakistan, dan seterusnya. Ini secara tidak langsung, petani Indonesia, masyarakat Indonesia, berkontribusi pada dunia ini,” kata Amran.

Ia menegaskan capaian swasembada beras merupakan gagasan besar Presiden Prabowo yang kemudian dieksekusi Kementerian Pertanian dengan dukungan TNI-Polri, Kejaksaan, Kementerian Perdagangan, BUMN, serta Komisi IV DPR.

Indonesia resmi menghentikan impor beras sejak 2025 atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

“Tidak perlu impor karena produksi kita cukup. Hari ini stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) seluruhnya berasal dari petani Indonesia,” ujar Amran. []

pasang iklan di sini
octa vaganza