hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Perkuat Investasi dan Ekonomi Nasional, Kadin Siapkan Empat Agenda Strategis

Rapat Pengurus Harian Kadin Indonesia di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat (09/01/2026)

PeluangNews, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyiapkan sejumlah agenda strategis pada awal tahun 2026 untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Langkah ini diarahkan untuk memperluas peluang investasi dan perdagangan, sekaligus menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang kian kompleks.

Empat agenda utama yang disiapkan Kadin Indonesia meliputi partisipasi dalam World Economic Forum (WEF) Davos, penyelenggaraan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) Business Conference, Jakarta Food Security Summit, serta forum Indonesia Economic Outlook.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, agenda terdekat sekaligus paling krusial adalah keikutsertaan Indonesia dalam WEF Davos yang akan berlangsung pada 19–23 Januari 2026. Forum tersebut dinilai menjadi panggung strategis untuk mempromosikan investasi dan perdagangan Indonesia ke komunitas global.

Menurut Anindya yang akrab disapa Anin, WEF Davos merupakan pertemuan penting yang menghadirkan para pengambil keputusan dari kalangan bisnis, pemerintahan, hingga lembaga non-pemerintah dunia. Karena itu, Kadin memberikan perhatian khusus terhadap partisipasi Indonesia dalam forum tersebut.

“Yang di depan mata itu pertama adalah World Economic Forum Davos. Ini semua di bawah kepemimpinan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI bersama CEO Danantara. Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini,” ujar Anin usai menghadiri Rapat Pengurus Harian Kadin Indonesia di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Jumat (09/01/2026).

Anin menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi pleno WEF pada 22 Januari 2026. Sehari sebelumnya, akan digelar Indonesian Night yang dikemas sebagai ajang jejaring strategis bagi pelaku usaha global. Dalam kegiatan tersebut, Kadin bersama Danantara dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI bertindak sebagai co-host.

“Kami memastikan para pelaku usaha Indonesia yang hadir dapat berbicara di berbagai forum kongres, agar pemikiran dunia usaha Indonesia bisa tersampaikan seiring dengan gagasan pemerintah,” tambah Anin.

Ia menilai, momentum WEF Davos tahun ini semakin penting di tengah kondisi geopolitik global yang terfragmentasi, tantangan perubahan iklim, serta pergeseran tatanan ekonomi dunia menuju pola minilateralisme. Berbagai isu global juga diperkirakan akan menjadi bahan diskusi utama dalam forum tersebut.

“Yang menarik, di Davos ini banyak dibicarakan soal triple bubble. Pertama adalah artificial intelligence, apakah sudah masuk fase gelembung atau belum. Kedua adalah utang, karena saat ini jumlah utang global sangat besar. Dan ketiga adalah kripto. Semua ini akan menjadi bahan diskusi,” ujar Anin.

Dengan kehadiran sekitar 70 pemimpin negara dan lebih dari 3.000 tokoh global, Davos dinilai menjadi ruang strategis bagi Indonesia untuk menyeimbangkan posisinya di tengah kekuatan ekonomi besar seperti Amerika Serikat, China, G20, APEC, hingga BRICS.

“Ujungnya untuk membawa kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia dengan membawa investasi dan perdagangan,” terang Anin.

Selain Davos, Kadin juga menyiapkan Jakarta Food Security Summit yang akan digelar pada 20–21 Mei 2026 di Balai Kartika, Jakarta. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan, forum ini akan difokuskan pada perumusan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.

“Isu utama dalam acara ini adalah food security dan energy security, termasuk pembahasan biofuel 40–50 serta penurunan produksi kelapa sawit. Kita akan membahas berbagai opsi kebijakan, mulai dari pembukaan lahan baru, optimalisasi lahan tidak produktif, hingga kebijakan moratorium,” ujar Juan.

Agenda strategis berikutnya adalah ABAC Business Conference yang akan diselenggarakan pada 7–9 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M. Vega menyampaikan bahwa forum ini menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk menyuarakan kepentingan dan gagasan di kawasan Asia Pasifik.

“ABAC Business Conference akan menekankan empat isu utama, yakni konektivitas, integrasi regional, keberlanjutan, dan ASEAN. Dari 21 ekonomi Asia Pasifik, tujuh di antaranya berada di ASEAN, sehingga kawasan ini memiliki posisi strategis,” jelas Bernardino.

Ia menambahkan, Indonesia akan mendorong tiga gagasan utama dalam forum tersebut, yaitu penguatan ekonomi hijau dan transisi energi, digitalisasi untuk mendukung integrasi regional, serta hilirisasi industri sejalan dengan agenda pemerintah.

Sementara itu, agenda keempat adalah Indonesia Economic Outlook yang akan digelar pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro dan Mikro Ekonomi Kadin Indonesia Aviliani menyampaikan bahwa forum ini diharapkan menjadi rujukan dunia usaha dalam menyusun strategi menghadapi tahun 2026.

“Secara umum, kondisi 2026 tidak akan jauh berbeda dengan 2025. Pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen masih bisa dicapai. Namun jika ingin tumbuh lebih tinggi, tentu dibutuhkan kontribusi yang lebih kuat dari BUMN, swasta, serta peran Danantara untuk menggantikan proyek-proyek infrastruktur yang anggarannya menurun di APBN,” ujar Aviliani.

Menurut Aviliani, Indonesia Economic Outlook akan membahas tiga isu utama, yakni proyeksi ekonomi global, persepsi dan minat investor asing terhadap Indonesia, serta kondisi ekonomi daerah yang menghadapi tantangan penurunan anggaran dan kebutuhan pemulihan pascabencana.

Ia menilai, momentum pemulihan ekonomi pada paruh kedua tahun memberikan optimisme tersendiri, terutama dengan mulai meningkatnya kredit dan konsumsi masyarakat seiring dicabutnya kebijakan efisiensi anggaran.

“Kalau pengeluaran pemerintah bisa dilakukan tepat waktu, termasuk subsidi dan transfer ke daerah, maka ekonomi daerah akan bergerak. Ini penting karena APBD sangat bergantung pada kesesuaian antara anggaran dan realisasinya. Jika ini dijalankan dengan baik, pertumbuhan ekonomi nasional akan lebih terjaga,” tutup Aviliani.

Rapat tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Kadin Indonesia, antara lain Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri James T. Riady, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Pembangunan Berkelanjutan Shinta Widjaja Kamdani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Mulyadi Jayabaya, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Carmelita Hartoto, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Sosial Nita Yudi, serta Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana dan Prasarana M. Aziz Syamsuddin.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza