hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Parwita Hatmandaru Tolak Kerja Kantor, Pilih Nasgor Kebuli Jengki

JAKARTA—-Nasi goreng kebuli adalah varian dari kuliner asal Timur Tengah yang sudah diadaptasi dengan lidah Indonesia. Karakternya tetap sama yaitu adanya daging kambing dan kaya rempah-rempah seperti cengkeh.

Parwita Hatmandaru setelah lulus kuliah dari seuah perguruan tinggi di Yogyakarta memilih kuliner yang disebutnya sebagai Nasi Goreng Kebuli Jengki (karena gerainya ada di Jalan Jengki, Kebon Pala Jakarta Timur) untuk mencari nafkah. Baginya bekerja di kantor tidak cocok. Kuliner ini berdiri sekitar lima tahun yang silam.

“Pada waktu itu belum banyak yang menjual nasi goreng kebuli di  Jakarta. Saya aktif di sosial media dan menawarkan produk dengan harga terjangkau,” ujar Parwita kepada Peluang, Jumat (15/1/21).

Pada 2018 dia sempat mengembangkan usaha  dengan membuka cabang di Cilangkap dan Bintaro. Sayangnya ada beberapa kendala yang menyebakan kedua cabang itu harus ditutup.

“Sehari kami bisa habis sampai 50 porsi. Memang tidak banyak. Karena kita ingin membuat kesan nasi goreng kami terlihat cepat habis. Harga per porsi Rp20 ribu,” ungkap dia.

Parwita menyampaikan usahanya terdampak pandemi. Penjualan menurun drastis. Akhirnya dia mengakalinya dengan cara memberikan promo di Gofood. Hasilnya positif.

“Ke depannya kami rencana membuat cabang atau waralaba. Kami sudah membuat rencana bisnis  yang cukup detail sehingga calon mitra kami tidak ragu akan prospek dari Nasi Goreng Kebuli Jengki,” pungkas Parwita (Van).

pasang iklan di sini
octa vaganza