hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Koperasi Telkom Bandung Terima Kunjungan Studi Banding PKPRI

Rombongan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) dalam agenda studi banding ke Koperasi Telkom Bandung. Foto: Peluang
Rombongan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Jakarta Raya dalam agenda studi banding ke Koperasi Telkom Bandung. Foto: Peluang

PeluangNews, Bandung — Koperasi Telkom Bandung kedatangan rombongan Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Jakarta Raya dalam agenda studi banding, Kamis (20/11/2025).

Kehadiran PKPRI Jakarta Raya bertujuan menggali pengalaman dan strategi pengembangan koperasi yang selama ini dijalankan Koperasi Telkom Bandung.

Rombongan sebanyak 75 peserta datang dengan tujuan memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta membangun kolaborasi antarkoperasi.

Sejak pagi, suasana akrab langsung terasa. Para peserta aktif berdialog, memberi masukan, hingga menanyakan berbagai hal terkait pengelolaan koperasi di lingkungan Telkom. Interaksi yang intens membuat sesi pemaparan berjalan hangat dan penuh pertukaran ide.

Pengurus PKPRI bersama Ketua Koperasi Telkom Ronaldi Amri dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Irsyad Muchtar. Foto: Gema/Peluang.
Pengurus PKPRI Jakarta Raya bersama Ketua Koperasi Telkom Ronaldi Amri dan Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Irsyad Muchtar. Foto: Gema/Peluang.

Ketua Koperasi Telkom Ronaldi Amri menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dan senang bertemu dengan rekan-rekan baru dari PKPRI Jakarta Raya. Banyak sekali masukan yang kami terima dan sekaligus silaturahmi bisa ke Bandung. Ada beberapa masukan yang kami catat untuk pengembangan, dan semoga hubungan ini berjalan dengan baik ke depannya,” kata Amri, saat berbincang singkat dengan PeluangNews.

Ronaldi menjelaskan bahwa kegiatan studi banding berskala besar seperti ini merupakan pengalaman pertama bagi Koperasi Telkom. Ia juga memaparkan rencana strategis koperasi menyambut tahun 2026.

“Untuk tahun 2026 kami akan meluncurkan program Telco Flash, merupakan pinjaman kepada karyawan Telkom dengan tempo kebijakan waktu yang singkat. Harapannya ini bisa menjadi motor baru bagi kami, khususnya karyawan-karyawan gen Z. Bentuknya pinjaman,” katanya.

Menurutnya, tantangan utama koperasi saat ini adalah bagaimana memberikan pemahaman perkoperasian secara menyeluruh kepada generasi muda yang memiliki karakter dan perspektif berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

“Kami melihat pegawai Telkom ini multigenerasi, punya perspektif berbeda-beda. Tantangannya adalah menyamakan persepsi mereka terkait manfaat koperasi untuk saat ini dan ke depannya, terutama untuk kesejahteraan finansial anggota. Antusiasnya sudah mulai terlihat,” ungkapnya.

Ronaldi juga menyebutkan adanya potensi pertumbuhan jumlah anggota koperasi, terutama di koperasi primer Telkom di Jakarta.

“Kalau kita melihat penambahan, peningkatan dari angka 3000 karyawan ini targetnya tahun depan bisa meningkat 20–30 persen. Untuk tahun 2025 pertumbuhannya masih di bawah 10 persen. Dengan adanya program baru ini, kami berharap bisa menambah stimulasi bagi anggota, terutama yang belum pernah berkoperasi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kunjungan PKPRI Jakarta Raya memberikan banyak insight baru bagi Koperasi Telkom.

“Kunjungan hari ini sangat bermanfaat, terutama saat penyampaian paparan. Interaksi anggotanya sangat menarik dan banyak hal yang bisa kami follow up ke depannya,” tuturnya.

Selain berdiskusi soal layanan dan manajemen koperasi, kedua pihak juga menyoroti peluang pengembangan layanan digital.

“Dari apa yang sudah kami paparkan, kami mendapat respons yang sangat baik dari pengurus PKPRI Jakarta Raya terkait layanan aktivasi yang bisa diberikan kepada para anggota. Mungkin ke depannya kita akan merancang bersama terkait aplikasi digital ini,” kata Ronaldi.

Kegiatan studi banding ditutup dengan sesi foto bersama dan pertukaran cendera mata, menandai awal kolaborasi yang lebih erat antara PKPRI Jakarta Raya dan Koperasi Telkom.

Para peserta pun meninggalkan area kegiatan dengan membawa wawasan baru serta harapan terbangunnya kerja sama antarkoperasi yang lebih inovatif dan berdampak bagi kesejahteraan anggota.

Menonton Seni Budaya di Saung Angklung Udjo

Pertunjukan budaya Saung Angklung Udjo. Foto: Ratih

Usai melakukan studi banding ke Koperasi Telkom, para peserta menuju Saung Angklung Udjo. Seperti diketahui, Saung Angklung Udjo  merupakan sebuah tujuan wisata budaya dan edukasi yang lengkap, karena memiliki arena pertunjukan, pusat kerajinan bambu dan workshop untuk alat musik bambu.

Disamping itu, kehadiran Saung Angklung Udjo di Bandung menjadi lebih bermakna karena kepeduliannya untuk terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan Sunda khususnya Angklung kepada masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan.

Tidak hanya para peserta dari PKPRI Jakarta Raya, melainkan wisatawan-wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang saat itu berkunjung ke Saung Angklung Udjo disuguhkan beragam atraksi budaya menarik dan seru dengan nama Bambu Petang.

Pertunjukan Bambu Petang dikembangkan dari sebuah konsep Kaulinan Urang Lembur yang diciptakan oleh Udjo Ngalagena. Pertunjukan ini berisi beberapa penampilan pendek yang spektakuler, seperti demonstrasi Wayang Golek, upacara Helaran, seni tari tradisional, Angklung pemula, Angklung orkestra, masal dan Arumba. Di akhir pertunjukan, para penonton akan diajak untuk menari dan bernyanyi bersama anak–anak.

Selesai menonton pertunjukan budaya di Saung Angklung Udjo, para peserta menuju tempat istirahat di Sutan Raja Hotel and Convention Hotel. Hotel bintang empat bernuansa budaya lokal yang terletak di Soreang, Bandung ini memiliki empat tipe kamar, Deluxe Room, Grand Deluxe Room, Executive Room, dan Junior Suite Room. Ditambah berbagai fasilitas seperti kolam renang, grand ballroom, meeting room, restoran, hingga area fitnes,

pasang iklan di sini
octa vaganza