PURWOKERTO—Hayudya Karyruloh Effendi patut dijadikan contoh bagi generasi milenial. Ketika uang saku pemberian orangtuanya menurun sebagai imbas pandemi, malah mendorong laki-laki kelahiran Banyumas 16 Juli 2000 ini bertekad mencari uang saku sendiri.
Orangtuanya adalah pengusaha roti (bakery) yang terdampak pandemi membuat omzet menurun hingga 50%, karena sebagian pasar yang biasa menyerap roti produk usaha itu tutup.
“Saya sebagai anak sulung yang menginjak dewasa berpikir bagaimana punya usaha tidak perlu banyak modal. Akhirnya karena orangtua punya usaha roti, saya ingin punya brand sendiri dan akhirnya saya menemukan Roti Sisir Purwokerto, roti jadul dengan jadul dengan cita rasa moden,” ujar Hayudya kepada Peluang (19/1/21).
Warga Desa Pakunden ini membuat roti sisir dengan selera masa kini. Dalam satu boks roti sisir terdapat lima rasa berbeda, yaitu chocho crunchy, abon pedas, butter mises, butter classic serta cheese butter. Penjualan pun dilakukan secara daring hingga grup-grup komunitas dan lempok WA Grup.
Ternyata sambutan dari masyarakat cukup besar dalam tiga bulan pertama Roti Sisir Purwokerto mampu menjual setiap bulan tiga ribuan boks. Kemudian meningkat menjadi 4.000 hingga 5.000 boks per bulan dan pasarnya pun merambah ke seluruh Jawa. Satu boks roti sisir dijual dengan harga Rp30 ribu.
“Salah satu trik dalam mensiasati pandemi ini adalah dengan cara penjualan daring dan merekrut reseller. Hasilnya luar biasa, pada saat yang lain mengurangi produksi dan merumahkan sebagian karyawan maka sebaliknya, kami kewalahan dalam melayani pemesanan yang semakin banyak dan Alhamdulillah, kami bisa menambah tenaga kerja baru,” tutur Hayudya.
Dia bertekad dalam tiga tahun ke depan, Roti Sisir Purwokerto menjadi pemimpin pasar oleh oleh kekinian di Jawa Tengah bagian selatan. Pemasarannya pun bisa menjangkau seluruh Indonesia.
“Kami sudah mengembangkan beberapa varian produk ikutan seperti poon cake, floss roll Purwokerto, aneka donat dan hampers hantaran,” tambahnya.
Hayudya juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin punya brand produk sendiri berbasis bakery untuk jadi mitra dan produsennya dan pengembangan lain. Roti Sisir Purwokerto terbuka untuk investor untuk bermitra stategis dalam pengembangan usaha ini.
“Kami yakin dan optimis bisa mengambil celah pasar walaupun dalam kondisi pandemi seperti ini sekalipun,” tutupnya (Van).








