
PeluangNews, Jakarta – Pemerintah Indonesia berencana mengekspor beras dengan menargetkan negara-negara tetangga terlebih dahulu.
“Kita sudah siapkan. Kalau masalah ekspor itu perdagangan, bukan Bulog langsung. Tapi kita targetnya adalah negara tetangga dulu, juga negara-negara yang membutuhkan,” kata Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Rizal mencontohkan, negara-negara yang membutuhkan seperti Palestina, dan daerah-daerah konflik. Tapi ekspor beras baru rencana dan belum dilaksanakan. “Ini baru disiapkan barangnya,” ujarnya.
Rizal mengakui pihaknya siap dalam menghadapi ekspor beras tahun ini dengan menyediakan satu juta ton beras premium, usai Indonesia mencapai swasembada.
Rencana ekspor satu juta ton beras premium itu juga menjadi agenda utama pembahasan Bulog dalam rapat kerja internal, guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh.
Kebijakan ekspor ini tetap diselaraskan dengan komitmen pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi seiring target berlanjutnya swasembada pangan pada tahun mendatang sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Rencana ekspor beras, katanya, tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dalam negeri karena stok Bulog yang ada saat ini sekitar 3,25 juta ton.
Kesiapan ekspor tersebut diharapkan memperkuat peran Bulog dalam menjaga stabilitas pangan nasional, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia sebagai negara swasembada yang mampu memasok pangan ke luar negeri secara konsisten dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menyatakan Indonesia hampir pasti siap mengekspor beras tahun ini setelah swasembada tercapai dan penyerapan oleh Perum Bulog dipastikan aman. []








