
PeluangNews, Subang – Penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional kembali membuahkan hasil di sektor pertanian. Koperasi Produsen Upland Subang Farm resmi melepas ekspor manggis sebanyak 3 ton ke China, melanjutkan pengiriman sebelumnya yang telah mencapai 40 ton. Capaian ini mempertegas bahwa koperasi mampu menjadi penggerak utama ekspor komoditas unggulan daerah.

Pelepasan ekspor tersebut dilakukan oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, bersama Wakil Bupati Kabupaten Subang. Turut mendampingi dalam kegiatan itu Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Direktur Pengembangan Usaha LPDB Koperasi Afif Thosin Roy Akhmad, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman, jajaran Dinas Provinsi dan Kabupaten Subang, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menjelaskan, keberhasilan ekspor manggis ini merupakan buah dari proses pembinaan berkelanjutan yang dimulai dari pendampingan Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian kepada petani manggis di Subang.
“Ekspor manggis ke China hari ini sebanyak 3 ton, dan sebelumnya sudah mencapai 40 ton. Ini bermula dari pembinaan petani manggis oleh Dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian, yang kemudian membentuk Koperasi Produsen Upland Subang Farm. Produknya diproses lebih baik, dilakukan sertifikasi, dan berbagai langkah agar siap menembus pasar internasional,” ujar Menteri Ferry.
Menurutnya, Kabupaten Subang menjadi salah satu daerah yang berhasil mendorong komoditas pertanian menembus pasar global. Setelah sebelumnya meresmikan ekspor kopi ke Aljazair, kini Subang kembali menunjukkan kapasitasnya melalui ekspor manggis ke China.
Dalam aspek pembiayaan, Menteri Ferry menegaskan komitmen Kementerian Koperasi melalui LPDB Koperasi sebagai Badan Layanan Umum (BLU) untuk memperkuat permodalan koperasi sektor produktif.
“LPDB akan membantu tahap pertama dengan mengucurkan Rp4,9 miliar yang sudah dialokasikan. Ke depan, pembiayaan bisa kita dorong hingga Rp20 miliar untuk pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm, tentu dengan pendampingan dan inkubasi yang tepat,” tegasnya.
Ia berharap momentum ekspor yang berlangsung pada bulan Ramadan ini membawa keberkahan bagi pengurus koperasi, para petani manggis, serta masyarakat Subang secara luas. “Dengan kehadiran LPDB, insyaAllah akan semakin membantu pengembangan koperasi,” tambahnya.
Wakil Bupati Kabupaten Subang menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Koperasi beserta seluruh jajaran dalam mendorong program peningkatan kualitas komoditas pertanian hingga mampu bersaing di pasar internasional.
“Ini merupakan cita-cita kami sejak awal program upgrade digulirkan. Hari ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan berhasil. Standar produk manggis Subang sudah mampu tembus pasar internasional. Ke depan, kami berharap dukungan terus berlanjut agar ekspor tidak hanya ke China, tetapi juga ke Timur Tengah dan negara lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjamin akses pembiayaan bagi koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor yang berdampak luas terhadap ekonomi daerah.
“LPDB Koperasi hadir untuk memperkuat permodalan koperasi agar naik kelas dan berdaya saing. Kami siap melangkah bersama pemerintah dalam memastikan pembiayaan kepada koperasi sektor produktif, termasuk komoditas ekspor seperti manggis ini yang memiliki multiplier effect besar bagi petani, pelaku usaha, dan ekonomi daerah,” ujar Krisdianto.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran dana, tetapi juga penguatan tata kelola, manajemen usaha, serta pendampingan agar koperasi berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Keberhasilan ekspor manggis ini sekaligus menjadi contoh konkret bagaimana koperasi mampu membangun sistem produksi dan bisnis yang terintegrasi. Pemanfaatan teknologi pertanian modern, seperti penggunaan drone untuk pemupukan, turut diterapkan guna meningkatkan efisiensi. Metode tersebut memungkinkan distribusi nutrisi lebih merata sehingga setiap tanaman memperoleh asupan yang tepat dan produktivitas panen meningkat.
Melalui langkah-langkah tersebut, LPDB Koperasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong koperasi Indonesia menjadi pemain utama dalam rantai pasok nasional maupun global, sekaligus memperkokoh peran koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.








