Ekspor kopi Arabica Gayo senilai US$6,5 miliar kali ini dilakukan sepenuhnya oleh Koperasi BQ Baburayyan. Satu-satunya koperasi yang memiliki akses langsung penjualan kopi ke Starbucks
KOPI Arabica Gayo menjadi salah satu komiditas unggulan asli daerah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Varian kopi Arabica gayo ini dikenal sebagai kopi terbaik dunia dan menjadi pemasok kopi bagi perusahaan kopi dunia asal Amerika Serikat, Starbucks. Kopi Arabica Gayo memang sudah tersohor sebagai kopi terbaik. Bukan hanya dari rasa, tapi juga aromanya. Tak heran kopi yang menghidupi sekitar 60 persen petani Takengon ini dapat menarik minat pasar global.
Baru-baru ini, Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, bersama Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar; Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo; dan Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman. melepas keberangkatan sekitar 18 kontainer atau sebanyak 9,6 ton ke pasar AS dan Eropa. Ekspor tersebut bernilai Rp6,5 miliar.
Ekspor kopi Arabica Gayo kali ini dilakukan sepenuhnya oleh Koperasi Baitul Qiradh Baburayyan. Koperasi tersebut adalah satu-satunya koperasi yang memiliki akses langsung penjualan kopi ke Starbucks tanpa melalui broker atau agen. Karena itu, ke depan Teten meminta koperasi terus diperkuat kelembagaannya. Caranya, para petani kopi perorangan, bergabung bersama koperasi, sehingga koperasi bisa menjadi offtaker pertama langsung dari petani.
Jika koperasinya sehat, nanti akan didukung pembiayaan lewat LPDB-KUMKM. Koperasi juga akan diperkuat dengan resi gudang untuk menyimpan produk yang melimpah dan harga sedang tidak bagus. “Dengan begitu, petani akan fokus pada kualitas kopinya. Saya Ingin memperkuat kelembagaan koperasi di Gayo khususnya bagi para petani kopi,” imbuh Teten.
Teten berkomitmen memperbaiki tata niaga kopi ini agar memiliki nilai kesejahteraan bagi petani yang lebih baik. “Kami akan memperkuat kelembagaannya serta pembiayaannya melalui LPDB-KUMKM, KUR, dan perbankan,” ujar Teten.
Teten pun mengungkapkan, KUR dirancang untuk mendorong pengembangan kapasitas UMKM untuk naik kelas. Apalagi dengan bunga KUR yang rendah. Saat ini adalah momentum yang sangat baik bagi kopi Indonesia. Sebab, tahun ini diperkirakan panen kopi dunia turun.
Ketua Koperasi Baitul Qiradh Baburrayyan Rizwan Husein menambahkan, koperasinya telah memiliki total anggota koperasi sebanyak 4.260 petani kopi yang memiliki sertifikasi kebun kopi organik dengan luas lahan 5.590 hektare. “Sejauh ini, KBQ Baburrayyan 100 persen membeli kopi langsung dari petani. Sekitar 85 persennya dijual untuk kualitas pasar ekspor, 15 persen dijual di dalam negeri,” ujar Rizwan.
“Kami menjadi satu-satunya koperasi yang memiliki direct access penjualan ke Starbucks. Kontrak kerja kami langsung dengan Starbucks,” ucap Rizwan. Bahkan, Baburayyan telah mensuplai kopi ke gerai Starbucks Reserve dan dikirim sebanyak 2.280 kg ke Yokohama (Jepang), 10.500 kg ke Shanghai (Cina), 8.400 kg ke AS, dan 2.820 kg ke Hamburg (Jerman).
Sejalan dengan itu, Kemenparekraf atau Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) pun komit untuk mendorong kopi khas Nusantara dan mampu menjadi nation branding yang kuat. “Kopi ini produk yang sangat diunggulkan. Karena, Indonesia dikenal sebagai episentrum kopi di dunia. Saya berharap industri kopi menjadi tulang punggung penciptaan lapangan kerja, penggerak ekonomi Indonesia termasuk ekspor, dan menjadi nation branding Indonesia yang kuat,” ujar Menteri Parekraf /Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. (Nay)








