Kopsyah BMI melebarkan sayap di Kota Depok, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor. Pembukaan kantor cabang baru di tiga daerah tersebut merupakan ikhtiar agar lebih banyak orang menjadi anggota koperasi untuk mengakselerasi pemerataan ekonomi.
Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI) semakin memperkuat penetrasi di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kota Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dengan mendirikan kantor cabang baru. Ini dilakukan untuk semakin memasyarakatkan koperasi syariah dan menebar manfaat bagi sesama.
Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara, Presiden Direktur Kopsyah BMI mengatakan, kehadiran kantor baru Kopsyah BMI tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat berkoperasi. Sebab, koperasilah satu-satunya lembaga yang mengusung ekonomi gotong royong. “Dengan semangat ekonomi gotong royong, masyarakat yang telah menjadi anggota akan mendapatkan manfaat secara individu dan bisa membantu sesama yang membutuhkan,” ujar Kambara.
Kopsyah BMI pada akhir Agustus lalu menggelar Pertemuan Umum (PU) di Kelurahan Cinangka, Sawangan, Kota Depok, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas dan Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor. Selain itu, di Kelurahan Cibadak Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor yang dihadiri 15 RW, kader PKK dan pelaku usaha mikro. Acara PU dilaksanakan dengan protokol Kesehatan ketat. PU merupakan salah satu tahapan untuk mendirikan kantor cabang baru di daerah tersebut.
Dalam pelaksanaan acaranya, Kopsyah BMI senantiasa menjunjung tinggi kearifan lokal dengan mengundang para pejabat dan tokoh masyarakat setempat serta warga. Yang tidak kalah pentingnya adalah upaya kulo nuwun (permisi) itu juga selalu dibarengi dengan aksi sosial berupa santunan anak yatim. Dengan begitu, masyarakat akan mendapatkan informasi yang utuh dan lengkap tentang sepak terjang Kopsyah BMI.
Kambara menambahkan, Kopsyah BMI sebagai koperasi berprestasi selalu menjaga sinergi dengan pemerintah dan masyarakat. Oleh karenanya, dalam acara PU dimanapun selalu mengundang para pemangku kepentingan. “Sebagai lembaga resmi kami selalu menggandeng pemerintah setempat untuk bersama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi,” ungkapnya.
Seperti acara PU di Sawangan Depok, Kopsyah BMI mengundang Lurah Cinangka Ahlan Hariri dan 22 Ketua RT/RW se-Sawangan. Dari Kopsyah BMI sendiri hadir Ketua Pengawas Operasional Didi Budiharta, Direktur Operasional Yayat Hidayatullah, Manajer Operasional Muhammad Fadilah, Manajer Area 08 Asep Hendra dan Manajer Cabang Sawangan, Rizky Apriyanto.
Pendirian Kantor Cabang Kopsyah BMI di Sawangan merupakan yang pertama kalinya di Kota Depok. Seperti diketahui, Depok sebagai kota satelit Jakarta merupakan daerah yang terus berkembang baik dalam aspek demografi, Pendidikan, ekonomi, infrastruktur, dan lainnya. Sehingga kehadiran Kopsyah BMI akan semakin mendinamisasi kehidupan masyarakat di Depok.
Melansir data Badan Pusat Statistik, sebelum pandemi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Depok selalu tumbuh diatas ekonomi nasional. Dalam periode 2015-2019, PDRB Kota Depok tumbuh diatas 6%. Ini menandakan, tingkat perekonomian masyarakatnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga, bisa disebut potensi ekonomi kota ini cukup besar. Hal ini tentu merupakan kabar gembira bagi setiap entitas bisnis.
Dalam sambutan PU di Sawangan, Depok, Didi Budiharta mengatakan, BMI bukan koperasi simpan pinjam pada umumnya. Koperasi dengan pelaksanaan tanggung jawab sosial (CSR) terbaik itu hadir untuk memberikan layanan dan kesejahteraan melalui model koperasi yang berbeda dengan koperasi lain yaitu Model BMI Syariah.
Seperti diketahui, Model BMI Syariah memiliki lima instrumen pemberdayaan masyarakat yaitu sedekah, pinjaman, pembiayaan, simpanan dan investasi melalui pengembangan budaya menabung dan pemberdayaan Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (Ziswaf).
Melalui Model BMI Syariah yang telah teruji tersebut, Kopsyah BMI meraih banyak prestasi tingkat nasional. Tercatat Kopsyah BMI merupakan Koperasi dengan penilaian sebagai koperasi SEHAT oleh Kemenkop dan UKM dan sekaligus juga mencatatkan prestasi sebagai koperasi yang SANGAT BERKUALITAS dengan nilai AAA yang diberikan oleh lembaga independen berdasarkan Permenkop No.21 Tahun 2015 tentang Pemeringkatan Koperasi.
Selain itu, Kopsyah BMI baru saja menerima dua Rekor MURI yaitu sebagai koperasi pelopor program Hibah Rumah Siap Huni (HRSH) dan penggagas program HRSH melalui Koperasi kepada Kamaruddin Batubara sebagai Presiden Direktur Kopsyah BMI.
Kehadiran BMI di Sawangan Depok mendapatkan respons positif dari pejabat dan masyarakat setempat. Lurah Cinangka Ahlan Hariri mengatakan sangat mendukung program Koperasi BMI. Salah satunya program sosial dan pemberdayaan anggota. Ia berharap, BMI mampu memberikan pembinaan kepada warganya yang ingin berwirausaha.
Dari pemaparan oleh BMI, Ahlan melihat bahwa sisi sosial Kopsyah BMI luar biasa banyak. Oleh karenanya, ia mendukung kehadiran BMI di wilayahnya. Bahkan, Lurah Ahlan menilai, BMI tidak hanya memberikan ikan saja, tapi juga kailnya agar masyarakat bisa mandiri.
Respons Positif Dari Bogor
Seperti halnya di Kota Depok, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran kantor cabang BMI sangat besar. Bahkan, cuaca panas di Desa Pagelaran Ciomas tidak menghalangi warga untuk mendatangi acara PU Kopsyah BMI.
Setelah mendengar presentasi tentang kiprah Kopsyah BMI, Camat Ciomas Chairuka Judhianto berharap BMI bisa segera beroperasi di daerahnya. Dengan jujur Ia mengaku baru menemukan lembaga keuangan yang secara rinci menjelaskan fungsi koperasi syariah kepada warganya.
Chairuka juga menilai, dari pemaparan program Kopsyah BMI ini bagus dan sesuai dengan kebutuhan warga. Hal yang menarik baginya adalah program Ziswaf, dimana para anggotanya bisa meningkatkan rasa saling peduli untuk membantu satu sama lain.
Suasana sumringah juga terjadi saat PU di Desa Cimanggis, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Pada pertemuan yang dihadiri para ketua RW dan RT tersebut, mereka memberi applause usai Kopsyah BMI mempresentasikan profil perusahaan.
Kasi Ekbang Kecamatan Bojong Gede Heri Sumartini mengatakan, terkesan karena Desa Cimanggis menjadi desa pertama yang dipilih koperasi BMI untuk menggelar pertemuan umum di Kecamatan Bojong GedeWaringinkurung. Oleh karena itu, ia mendorong para Kades dan perangkat desa lainnya untuk menyosialisasikan Kopsyah BMI kepada seluruh warganya.
Dukungan terhadap Kopsyah BMI juga datang dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa Cimanggis Yayat Nurhayati. Ia mengakui bahwa BMI berbeda dengan koperasi yang lainnya. Karena baru BMI yang pertama kali meminta izin untuk melakukan sosialisasi kepadanya pihak desa. Oleh karenanya, ia mendorong warga untuk segera menjadi anggota Kopsyah BMI agar bisa merasakan manfaatnya dan bergabung dalam kebaikan komunal.
Seperti sering dikatakan Kambara, bahwa koperasi yang benar itu adalah yang menjadikan anggota sebagai pemilik, pengguna dan pengendali. Ketiga hal tersebut sudah terlaksana di Kopsyah BMI. Dengan mengandalkan kekuatan anggota (orang), maka semakin banyak orang yang menjadi anggota koperasi, maka pemerataan ekonomi akan cepat terwujud.





