JAKARTA—Kementerian Keuangan mempercepat penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai salah satu langkah untuk memulihkan ekonomi. Langkah ini menyusul rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi minus 0,74 persen pada kuartal satu 2021.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menuturkan kinerja ekonomi pada kuartal I/2021 mengindikasikan tren pemulihan yang solid dan optimisme ekonomi dalam situasi masih pandemi.
Dia mencatat per 30 April 2021, program PEN sudah terealisasi sebesar Rp155,63 triliun atau 22,3 persen dari pagu anggaran PEN 2021, mencakup program perlindungan sosial sebesar Rp49,07 triliun atau sekitar 32,7 persen dari pagu.
Sedangkan dukungan kepada UMKM dan korporasi serta insentif usaha masing-masing telah terealisasi sebesar Rp40,23 triliun atau 20,8 persen dari pagu dan Rp26,20 triliun atau 46,2 persen dari pagu.
“Ke depan, penyaluran PEN akan terus dipercepat guna mendorong kinerja perekonomian kembali ke zona positif,” ujar Febrio dalam keterangannya, Rabu (5/5/21).
Febrio mengatakan pemulihan ekonomi telah terjadi secara konsisten sejak kontraksi pertama terjadi pada kuartal II/2020. Menurutnya, pemulihan itu terjadi karena upaya penanganan pandemi berjalan beriringan dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN).
“Angka penambahan kasus positif Covid-19 harus dijaga terus menurun dan pelaksanaan program PEN terus diperkuat dan semakin terarah untuk mendukung dunia usaha dalam menciptakan lapangan pekerjaan,” ujar dia.
Kewaspadaan dan langkah antisipatif juga harus dijaga, mengingat pandemi belum sepenuhnya usai. Kasus yang terjadi di India yang mencatat rekor tertinggi hingga mencapai 400 ribu kasus per hari juga menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.
Upaya pembukaan aktivitas ekonomi perlu dilaksanakan secara lebih hati-hati dan memperhatikan disiplin terhadap protokol kesehatan.
“Melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil, dan kebijakan reformasi struktural. Langkah penanganan bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan,” ucapnya.
Hal tersebut mencakup program vaksinasi gratis bagi sekitar 181,5 juta orang yang diharapkan mampu mencapai herd immunity pada awal 2022. Selain itu, upaya penguatan dan penegakan disiplin protokol kesehatan juga terus dilakukan baik dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), maupun upaya TLI (Tes, Lacak, dan Isolasi) yang komprehensif.
Kebijakan reformasi struktural yang telah dimulai dengan implementasi Undang-undang Cipta Kerja dan pembentukan Indonesia Investment Authority (INA) terus dioptimalkan.
Hal ini bertujuan untuk mempercepat pembukaan lapangan kerja berkualitas, pemberdayaan UMKM, serta reformasi birokrasi untuk kemudahan berusaha.








